INR bersama para pendukungnya saat menggelar konvoi di Dapil IV, Jumat (7/7)

Terobosan INR di Arena Pilkada

Deklarasikan Dukungan Untuk JWS

 

Langowan, MS

Panggung pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa kian memanas. Sederet bakal calon kandidat mulai 'unjuk gigi', salah satunya Imelda Novita Rewah (INR). Terobosan strategis mulai dimainkan diarena pertarungan. INR resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap petahana, Jantje Wowiling Sajow (JWS).

Manuver yang digagas Srikandi asal Langowan yang juga legislator Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa itu cukup 'menggoyang' konstelasi politik jelang pesta demokrasi rakyat Minahasa. Terlebih belakangan ini, nama INR terus berkibar sebagai salah satu figur yang paling menonjol untuk disandingkan dengan JWS.

Menjawab peluang itu, INR terus memantapkan langkah politiknya. Berbagai manuver anyar dilakukan, seperti memperkuat barisan masa pendukung di Dapil Empat, khususnya di wilayah Langowan sebagai basis terkuat yang berhasil menghentarnya ke Gedung Manguni dengan perolehan suara yang signifikan dalam Pemilu Legislatif 2014 silam.

Akhir pekan kemarin, di Desa Amongena Kecamatan Langowan Timur, INR dihadapan pendukungnya telah mendeklarasikan dukungan secara pribadi kepada JWS sebagai calon Bupati Minahasa di Pilkada nanti.

"Saya mendeklarasikan untuk mendukung penuh pak Jantje Wowiling Sajow sebagai calon bupati di Pilkada Minahasa 2018," seru INR dihadapan para pendukungnya.

Ungkapan terimakasih juga dinyatakannya kepada para pendukung yang telah memberikan suport atas keinginan dirinya maju sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan JWS. ”Ini bukan soal ambisi untuk menjadi pemimpin di Minahasa, tapi karena saya merasa terpanggil untuk mengabdi dan membangun Minahasa serta Kota Langowan Raya dan sekitarnya," ungkapnya.

"Dengan penuh kerendahan hati kepada seluruh masyarakat langowan raya serta masyarakat di dapil empat, saya mohon bantuan doa serta dukungan, terlebih dari para tokoh masyarakat serta tokoh agama di langowan,” harap politisi muda ini.

Disatu sisi, sikap yang ditunjukkan INR ini dinilai merupakan ancaman bagi karir politiknya di Partai Golkar. Pengamat politik Ferry Liando berpendapat, sikap tersebut memang bukanlah hal yang salah, karena semua orang memiliki hak dalam menentukan sikap.

"Mungkin sudah ada pertimbangan khusus dari yang bersangkutan, sehingga mengambil keputusan yang berlawanan dengan kebijakan partai dan otomatis harus rela melepas karir politiknya di partai Golkar. Itu haknya dia," kata Liando, Minggu (9/7).

Hanya menurut dia, seorang politisi yang mengambil sikap melawan keputusan partai ada baiknya supaya mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum menyatakan dukungan ke partai lain. "Itu adalah etika yang santun dari seorang politisi profesional, karena dalam kapasitas sebagai anggota fraksi, bagaimanapun dia telah menikmati fasilitas yang diberikan partainya. Tapi kembali lagi, itu adalah hak siapa saja dalam menetukan sikap politiknya," tandas dosen ilmu politik di FISIP Unsrat itu.

Diketahui, pada Jumat lalu, usai menggelar deklarasi, INR didampingi Relawan Minahasa Bersatu beserta para pendukungnya melanjutkan dengan melakukan konvoi kendaraan mengelilingi sebagian wilayah Dapil 4, seperti seputaran Kawangkoan, Tompaso, dan wilayah Langowan Raya. (jackson kewas)

Banner Media Sulut

Komentar