Penyebaran HIV-AIDS menjadi fokus pemerintah saat ini. Berbagai aksi dilakukan guna menekan penyakit mematikan ini. Demikian juga dengan aksi kampanye yang marak dilakukan. Salah satu bahan sosialisasi untuk meminimalisir HIV-AIDS.(Ist)

Teror HIV-AIDS, Bolmong Waspada

Satu Semester, 10 Warga Bolmong Positif ODHA

 

Laporan: Endar YAHYA

PERSOALAN serius kembali menghampiri masyarakat di epicentrum Bumi Totabuan. Kekhawatiran pemerintah dan masyarakat di wilayah lumbung beras kembali menganga. Peningkatan jumlah kasus penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), jadi pemicu. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pengidap penyakit yang disebabkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) telah mencapai 10 orang. Itu terhitung satu semester, yakni bulan Januari hingga Juni 2017.

Menyikapi ancaman penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong khususnya Dinkes, gencar melempar warning. Peringatan hati-hati disebar, agar bisa mengantisipasi terjangkitnya penyakit mematikan tersebut.

Diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bolmong Jullin Papuling, merujuk data tahun 2016 lalu, ada sekira 24 Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Sementara dari bulan Januari hingga Juni tahun 2017 ini, sudah ada sekitar sepuluh orang positif mengidap penyakit tersebut.

Menurut dia, ketika menemukan kasus sepuluh orang itu, pihaknya langsung melakukan penanganan. “Ya, ada yang kita rawat di Puskesmas, kemudian langsung dirujuk ke Manado untuk melanjutkan pengobatan,” terang Jullin.

Oleh sebab itu, dia menghimbau agar warga untuk selektif saat menggunakan alat-alat seperti gunting kuku, silet, juga barang lainnya yang biasa digunakan secara bergantian oleh banyak orang.

“Memang harus berhati-hati menggunakan barang secara bergantian seperti itu. Apalagi, kita tidak tahu apakah orang yang menggunakan barang itu sebelumnya mengidap penyakit menular atau tidak, tambah lagi kita tidak tahu kalau barang itu steril atau tidak,” urainya.

Jullin mencontohkan, penggunaan gunting kuku, kalau satu orang yang menderita penyakit HIV-AIDS menggunakan gunting kuku sempat terluka, kemudian diganti dengan orang lainnya dan terjadi hal yang sama otomatis itu akan tertular. “Intinya kita harus hati-hati. Sebab, mencegah lebih baik dari pada mengobati,” tutupnya. 

Diketahui, dalam lingkup Provinsi Sulut, Kota Manado berdasarkan data hingga pertengahan tahun 2015 lalu, masih menjadi juara pertama mengoleksi ODHA. Hingga Agustus 2015, sebanyak 709 kasus di Manado mengenai HIV/AIDS. Dari 709 kasus ini,  223 kasus HIV dan sisanya 486 kasus AIDS.

Masih merujuk data dari sejumlah sumber di tahun 2015, setelah Manado, Kota Bitung menyusul di tempat kedua sebanyak 356 kasus. Bitung mengoleksi 205 kasus HIV dan 151 kasus AIDS. Kemudian Kabupaten Minahasa dengan 220 kasus. 52 kasus HIV dan 168 kasus AIDS. Selanjutnya, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dengan 155 kasus dengan rincian 41 kasus HIV dan 114 kasus AIDS. Sementara Tomohon berada pada urutan ke lima dengan 118 kasus, 34 kasus HIV dan 84 kasus AIDS.(**)

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.