TIFF, HARMONY DI ZAMRUD KHATULISTIWA

Tomohon, MS

Pariwisata menjadi leading sector dan core economy Bangsa Indonesia. Untuk membumikan bidang strategis ini, beragam inovasi pengembangan pariwisata gencar digarap hingga pelosok negeri. Seperti di Kota Tomohon. Kebangkitan pariwisata di dataran subur kaki Gunung Lokon beberapa tahun terakhir ini, menunjukkan trend membanggakan. Potensi sejumlah objek wisata serta penyelenggaraan iven kelas dunia Tomohon International Flower Festival (TIFF), telah membuat Kota Bunga masuk dalam daftar perburuan para pelancong.

Salah satu iven besar dalam gelaran TIFF yakni Tournament OF Flower (TOF). Di Pasadena Amerika Serikat (AS), kegiatan ini populer disebut Tournament Of Roses (TOR). TOF menampilkan parade kendaraan hias. Kendaraan dihiasi dengan beranekaragam bunga. Menariknya, sebagian besar bahan baku yang digunakan adalah Bunga Krisan. Bunga ini merupakan salah satu ciri khas Kota Tomohon.

Untuk penyelenggaraan TOF tahun 2017, Selasa (8/8), sekira 31 kendaraan hias (float) tampil. Puluhan Float ini menyajikan berbagai bentuk dekorasi kendaraan hias bunga dengan nuansa profil dari setiap negara, daerah, lembaga dan kantor. Semua float menggunakan bunga hidup dan asli dari Kota Tomohon. Panitia memberikan keluasan bagi peserta TOF menggunakan produk lokal daerah masing-masing, namun hanya sekitar 10 persen. Selain float kendaraan hias, ada banyak iringan yang sangat menarik seperti marching band, kelompok berkuda, flower fashion carnival, tarian budaya serta atraksi dari pasukan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulut.

Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Hesty Reko Hastuti mengatakan, pemerintah pusat khususnya Kemenpar mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. Alasannya, TIFF sudah masuk dalam calendar of event Kemenpar, sehingga menjadi program pariwisata nasional. Menurut Hesty, komitmen bersama pada kesuksesan TIFF akan berdampak di berbagai bidang. Misalnya, investasi perindustrian, perdagangan, pariwisata dan bidang lainnya. “Kami  berharap iven internasional ini akan terus menambah peningkatkan kunjungan turis di Kota Tomohon serta memberi hasil yang baik dalam pembangunan di segala bidang," kata Hesty, Selasa (8/8).

Menarik lagi, kata Hesty, akan ada kegiatan Tourism, Trade, Investment and Floriculture Expo TIFF. Pada pameran ini akan menyajikan pameran florikultura, landscape taman bunga, dan juga pameran pariwisata, perdagangan serta investasi. "Festival ini akan menghadirkan banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Itu sudah pasti akan berdampak luas bagi perekonomian, jasa dan barang serta dampak lainnya yang bisa dinikmati masyarakat Tomohon," sebut dia.

Meski begitu, Hesty mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon serta panitia, agar terus melakukan pembenahan terhadap iven berskala internasional ini. “Artinya, TIFF harus lebih ditangani secara professional. Selanjutnya, menggandeng dunia usaha hingga kalangan legislatif di daerah. Kami dari Kemenpar komit mendukung kegiatan ini,” aku Hesty.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengakui, ada dampak ganda yang bisa diperoleh dari kegiatan tahunan ini. Wisatawan lokal dan mancanegara dipastikan menggunakan jasa yang ditawarkan warga kota dalam berbagai bentuk. "Dampaknya bukan hanya untuk perekonomian lokal, tapi juga bagi Sulut. Selain itu, akan ada tenaga kerja yang diserap saat mendekorasi kendaraan hias," ujar Menteri sembari berharap TIFF menjaring lebih banyak pengunjung di Sulut.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Drs Steven Kandouw saat membuka secara resmi TIFF ke-7 tahun 2017 menyampaikan salut dan bangga kepada Pemkot Tomohon. Kandouw berharap agenda tahunan ini akan terus memberi dampak positif yang besar dalam berbagai hal bagi Kota Tomohon dan Sulut. Untuk itu, mewakili Pemprov Sulut serta 14 kabupaten dan kota di Sulut, memberikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat yang terus mendukung pelaksanaan TIFF. "Iven ini tentunya selain milik masyarakat Kota Tomohon tetapi juga milik seluruh masyarakat Sulut dan semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, dan tahun depan akan lebih baik lagi dari tahun ini," ujar Kandouw.

Orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai ini meminta Kemenpar RI untuk terus mensupport TIFF di Kota Religius. “Kami berharap tahun depan kegiatan ini akan lebih semarak dari tahun ini. Karena, keberhasilan itu tidak akan lepas dari dukungan pihak Kemenpar RI,” tutur Kandouw.

Sementara itu, Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak menjelaskan, TIFF di Kota Tomohon merupakan harmony di zamrud khatulistiwa. Iven ini berlangsung karena dukungan penuh semua pihak. Ia pun mengklaim jika TIFF dihadirkan berkat soliditas pemerintah, masyarakat, DPRD, pengusaha, pelaku pariwisata serta pihak swasta di Kota Tangguh. “Iven akan selalu menjadi tantangan, kehormatan dan kebanggaan negeri ini. Ini akan menjadi persembahan terbesar bagi masyarakat Kota Tomohon, tapi juga bagi Sulut dan Indonesia. Sebab, Tomohon ada untuk Tomohon, tapi Tomohon ada juga untuk Sulut dan untuk Indonesia," tandas tokoh kerukunan umat beragama di Indonesia itu.

Selanjutnya, kata Eman, TIFF dengan salah satu iven utama TOF tidak didesain sebagai agenda seremonial tahunan, namun dirancang karena memiliki dimensi ekonomis, sosiologis, teologis bahkan kini berkembang dengan memiliki dimensi nasionalis. “Wajah depan Indonesia ada di pariwisata, maka atas pandangan itu pihak kami pun ingin memastikan bahwa wajah depan Tomohon utamanya ada di sektor pariwisata, apalagi karena itu jelas tertuang dalam visi RPJMD yakni Tomohon menuju kota pariwisata yang mendunia,” sembut Eman

"Kami sangat berharap kegiatan ini terus didukung pemerintah pusat melalui Kemenpar, Pemprov Sulut terlebih khusus masyarakat di Kota Tomohon," sambung Eman.

Peraih Harmony Award Kementerian Agama RI berterima kepada semua elemen yang senantiasa mendukung TOF sehingga berjalan dengan baik, sukses dan aman. “Terima kasih juga kepada para petani bunga yang sudah menyediakan bunga. Ini sangat luar biasa,” tutup Eman.

Sebelumnya, Wawali Tomohon Syerly Adelyn Sompotan selaku ketua umum panitia menjelaskan, TIFF merupakan komitmen Pemkot Tomohon dalam mengembangkan potensi daerah melalui multi sektor seperti pariwisata, perdagangan, perindustrian dan kebudayaan. "Iven ini mulai dilaksanakan pada  tahun 2008, 2010, 2012, 2014, dan mulai tahun 2015 iven telah diterima oleh Kemenpar untuk digelar sebagai ajang tahunan dan tahun 2017 ini telah ketujuh kalinya  dilaksanakan," urai Sompotan.

Ia berharap iven ini menjadi pintu masuk wisatawan di Kota Tomohon, Sulut bahkan Indonesia.”Target kami setiap tahun mengalami peningkatan. Kami berharap kunjungan wisatawan di tahun 2017 ini juga mengalami peningkatan. Sebab dengan pergerakan wisatawan yang tinggi, akan memicu petumbuhan ekonomi kota dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat dan petani bunga di Tomohon,” kunci Sompotan.

Disisi lain, pemerhati pemerintahan dan kemasyarakatan Sulut, Rivai Rompas SPd menilai, TOF menyerupai TOR di Pasadena. Bedanya, TIFF baru dilaksanakan ketujuh kalinya. Sementara, untuk TOR sudah mencapai ratusan tahun. “Jadi wajar untuk arus kunjungan wisatawan cenderung masih sedikit. Namun, kami optimis jika kegiatan ini terus dilakukan dengan promosi yang luar biasa, pasti akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan secara drastis menyamai TOR di Pasadena Amerika Serikat,” aku Rivai, Selasa (8/8).

Dengan sosialisasi yang masif, penggemar bunga di Indonesia bisa jadi tidak perlu mengeluarkan ongkos lebih untuk menyaksiskan TOR di Pasadena. “Cukup datang ke Tomohon setiap tahun di bulan Agustus. Kita akan dimanjakan dengan pemandangan bunga-bunga yang menarik lewat parade kendaraa hias. Selain itu, Tomohon memiliki banyak keunggulan lainnya, seperti kesejukan dan objek wisata alam yang memukau,” cerocos aktivis GAMKI Sulut itu.

Pembukaan TIFF ke-7 tahun 2017 dihadiri Wagub Sulut Drs Steven Kandouw bersama istri, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito bersama istri yang percayakan menjadi juri kehormatan pada TOF, Ketua BPMS GMIM Pdt Dr HWB Sumakul, anggota DPD RI Ir Stefanus BAN Liow dan Marhany Puah, unsur Forkopimda Sulut dan Kota Tomohon, perwakilan pimpinan daerah se-Sulut, sekitar 30 perwakilan daerah di luar Sulut, perwakilan negara-negara ASEAN, dan negara-negara yang tergabung dalam CAFÉ di Korea. Parade TOF ini disaksikan ribuan masyarakat di Kota Tomohon dan sekitarnya.

BIDIK PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN

Untuk merealisasikan misi menjadikan Tomohon sebagai destinasi pariwisata dunia, berbagai terobosan telah dilakukan Walikota Jimmy Feidie Eman dan Wawali Syerly Adelyn Sompotan. Diantaranya, membenahi infrastruktur pariwisata di seluruh objek wisata serta pelaksanaan iven dunia, TIFF.

Tahun 2017 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon telah  menargetkan sebanyak 28.000 wisatawan mancanegara untuk berkunjung di Kota Jasa. "Sebagai komitmen kami dalam mendorong jumlah kunjungan wisatawan, salah satunya dengan menggelar TIFF,” ungkap Walikota Eman.

Selain kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah juga mengharapkan terjadinya pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 300 ribu wisatawan. Untuk diketahui, pada tahun 2016 lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung lebih dari 26.000 orang. Untuk kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 244.000 orang. Tahun 2016, Wisman ke Kota Tomohon pada tahun 2016 mencapai 26.261 dan pergerakan wisnus mencapai 244.563 orang.

“Untuk TIFF 2017 ini, target wisman yang datang ke Kota Tomohon di bulan Agustus diperkirakan akan mencapai 6 ribu orang sementara target wisatawan nusantara diperkirakan 160 ribu orang,” aku Walikota sembari menambahkan komitmen Pemkot Tomohon untuk mendukung target Pemprov Sulut dalam hal kunjungan satu juta wisatawan di Sulut.

BUTUH PEMBENAHAN

Decak kagum meluber usai pelaksanaan TOF, Selasa (8/8) kemarin. Diantaranya datang dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tomohon Youddy YY Moningka SIP. Politisi partai Demokrat ini mengaku kagum pada pelaksanaan TOF tahun ini.

“Untuk pelaksanaan TIFF tiap tahun selalu menunjukkan kejutan. Namun, harus diakui jika TIFF tahun 2017 ini berbeda. Apalagi, untuk animo masyarakat yang menonton sangat banyak,” sebut dia.

Menurut Moningka, TIFF tahun 2017 akan sukses dilaksanakan. Itu terlihat dari tahap penataan tempat bagi penonton, pawai, penataan bunga-bunga di float serta pengamanan dari pihak kepolisian, baik Polres Tomohon, Polda Sulut, TNI, Satpol PP, Dishub dan Linmas. “Saya juga memberi apresiasi kepada Pemkot Tomohon, panitia, pihak keamanan dan jajaran terkait. Secara jujur saya bisa katakan gaung ini begitu terasa, sebab seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat,” ungkap orang nomor satu di tubuh Partai Berlambang Bintang Mercy Kota Tomohon.

Meski begitu, Moningka berharap kuota peserta TOF atau float kendaraan hias di TIFF 2018 mendatang agar ditambah. “Saya melihat untuk tahun ini keikutsertaan peserta dari luar negeri tidak terlalu banyak, lebih dominan dari dalam negeri. Mungkin ini karena kuota peserta yang hanya dibatasi sebanyak 31 float,” ucap Moningka.

Sebagai pembenahan ke depan, segala faktor pendukung juga harus mulai dipersiapkan sejak tahun ini. Contohnya lahan untuk lokasi pembuatan float atau kendaraan hias, maupun lokasi finish atau tempat diparkirnya float setelah parade. “Demikian juga untuk tenaga dekoratornya agar bisa ditambah. Selain itu pelatihan-pelatihan bagi decorator agar penampilan TIFF tahun-tahu yang akan datang akan lebih baik dan professional,” usul Moningka.

Hal serupa disampaikan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2016, Lois Merry Tangel. Dia mengakui pelaksanaan TIFF tahun 2017 cenderung peningkatan drastis. Dia berharap, komitmen untuk terus melakukan pembenahan berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan TIFF di tahun-tahun sebelumnya, terus dipertahankan. “Harus diakui jika TIFF kali ini sangat berbeda. Memang, sebagai agenda internasional, masih ada yang harus dibenahi. Tapi, dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, TIFF kali ini sudah semakin baik,” aku Putri Pariwisata utusan Sulut dan Kota Tomohon itu.

Lois juga mengingatkan agar inovasi dan kreatifitas pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon harus terus tercipta. Dengan begitu, secara keseluruhan TIFF akan semakin bersinar. “Artinya, kerjasama pemerintah dan masyarakat harus lebih ditingkatkan. Saya berharap tahun depan, TIFF akan lebih paripurna dan professional sehingga kian dikenal dunia,” terang Lois.

TIFF USUNG 7 KEAJAIBAN TOMOHON

Ketua Umum Pantia TIFF 2017, Syerly Adelyn Sompotan menjelaskan, penyelenggaraan TIFF kali ini mengangkat tema ‘The 7 Wonders of Tomohon’. Tema itu menegaskan jika Tomohon dikaruniai keindahan alam berupa 7 gunung yakni Gunung Lokon, Empung, Tatawiran, Mahawu, Tampusu, Masarang dan Kasuratan, selanjutnya 7 danau  yakni Danau Tampusu, Linow, Pangolombian, Sineleyan, Panunuzaen, Linow Oki, dan Kasewean) serta 7 air terjun meliputi Air Terjun Tapahan Rinokrok, Tumimperas, Regesan, Ranowawa,TekaanTelu, Kanderawatu, dan Kinapesutan.  “Ini merupakan wonder yang dianugerahi untuk Kota Tomohon,” aku Sompotan.

Selanjutnya, gelaran TIFF 2017 telah menjadwalkan lima kegiatan utama, yakni TOF pada tanggal 8 Agustus. Kegiatan ini sebagai parade kendaraan hias yang diikuti oleh perwakilan negara sahabat, pemerintah propinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, BUMN/BUMD, serta instansi/perusahaan swasta.

Kontes Ratu Bunga Nusantara juga ikut memeriahkan TIFF 2017 sebagai ajang kontes menjaring minat dan bakat para putri terbaik se-Indonesia dalam mengembangkan minat dan bakat masing–masing serta kecintaan akan bunga pada 7-10 Agustus. Pada 8 Agustus, Tomohon Flower Carnival akan menampilkan eksotisme bunga dalam balutan pakaian kreatif yang dirancang oleh para perancang lokal maupun asional sebagai bagian dari Parade Bunga.

Selain itu, Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara pada 8-12 Agustus akan menampilkan warisan seni dan budaya Nusantara, yang dikemas dalam atraksi menarik. Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara akan menampilkan warisan seni dan budaya Nusantara yang dikemas dalam atraksi menarik. Lebih menarik, kegiatan Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo pada 7-12 Agustus juga akan diselenggarakan. Pada pameran ini akan menyajikan pameran florikultura, landscape taman bunga, dan juga pameran pariwisata, perdagangan serta investasi.

"Festival berskala internasional ini akan menghadirkan banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Ini sudah pasti akan berdampak luas bagi perekonomian, jasa dan barang serta dampak lainnya yang bisa dinikmati masyarakat Kota Tomohon," tambah Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar RI, Hesty Reko Hastuti.(victor rempas/*)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors