Michaela Paruntu/Billy Lombok/Marthen Tombeg

TIGA NAMA MENGERUCUT DI REMAJA GMIM

Manado, MS

Besok, seluruh pimpinan Komisi Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak (BIPRA) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) bakal duduk bersama. Tongkat estafet pelayanan periode 2018-2022 akan diseriusi. Paling kencang diperbincangkan, siapa sosok Ketua Komisi Pelayanan Kategorial (Kompelka) tingkat sinode. Di Kompelka Remaja, arus dukungan mulai mengerucut ke 3 figur.

Proses pemilihan Komisi Kategorial Remaja Sinode GMIM akan dilaksanakan di Jemaat GMIM Syalom Sentrum Uwuran I, Wilayah Amurang I, Sabtu (3/2) besok. Guratan soal siapa saja tokoh yang nantinya akan tampil sebagai kandidat Ketua Remaja Sinode GMIM, kian jelas. Data dan informasi yang dihimpun Media Sulut dari sejumlah sumber menyebutkan, poros kekuatan mulai menyatu bersama Penatua (Pnt) Michaela Paruntu (Wilayah Tanawangko 1), Pnt Billy Lombok (Wilayah Kumelembuai) dan Pnt Marthen Tombeg (Wilayah Manado Timur 3).

“Kalau melihat daftar nominasi yang diusulkan jemaat-jemaat, nama-nama seperti Pnt Marthen Tombeg, Pnt Michaela Paruntu, dan Pnt Billy Lombok, tampak akan berada di atas,” ungkap mantan Ketua Remaja Rayon Minahasa, Melky Tambariki.

Sejumlah wilayah tak menampik jika tiga nama tersebut akan bersaing ketat. “Di komisi remaja, dari 11 yang dinominasikan, ada 3 yang menguat. Pnt Micha Paruntu, Pnt Marthen Tombeg dan Pnt Billy Lombok. Tapi di wilayah kita masih akan rapat besok (hari ini, red) untuk menentukan kepada siapa dukungan akan diberikan,” ungkap Ketua Komisi Remaja GMIM Imanuel Wawali, Oldy Gara dan Ketua Komisi Remaja GMIM Elim Pangu yang juga Ketua Komisi Remaja Wilayah Ratahan, Pnt Neil Gara, Kamis (1/3).

Di Rayon Minahasa, dukungan dari tiap wilayah terlihat tersebar merata dan tidak mengerucut pada satu kandidat saja. Namun ada pula wilayah-wilayah tertentu yang mulai solid mengusung satu kandidat tertentu.

Seperti Pnt Billy Lombok, tampak dijagokan sebagian wilayah di Tondano dan Tombulu. Pnt Mikha Paruntu dikabarkan mendapat dukungan sebagian wilayah Tondano dan Pineleng.

Di Minahasa Selatan, kekuatan telah mengerucut ke Pnt Michaela Paruntu dan Pnt Billy Lombok. Diperkirakan, pemilik hak suara di Minsel hanya akan terbagi kepada Paruntu dan Lombok.

Menurut Ketua Remaja GMIM Wilayah Motoling Lolombulan, Pnt Cyco Buyung, sejak awal hanya dua nama itu yang dibicarakan di kalangan penatua remaja Minsel.

"Sampai saat ini, Pnt Michaela Paruntu dan Pnt Billy Lombok, paling banyak mendapat dukungan di Minsel," aku Cyrco.

Tingginya elektabilitas dua figur ini, jelas Cyrco, memiliki 2 alasan berbeda. "Pnt Billy Lombok anggota DPRD Sulut yang telah teruji dan berpengalaman dalam pelayanan setelah memegang dua periode Ketua Pemuda Sinode GMIM. Itu sangat berpengaruh. Sedangkan Pnt Michaela Paruntu, dikenal aktif dalam organisasi kemanusiaan, juga dia adalah adik Bupati Minsel," terangnya.

Sementara itu, Penatua Remaja Wilayah Tumpaan, Fietber Raco mengatakan, di wilayahnya juga hanya dua nama yang mengerucut. Namun, yang paling banyak mendapat dukungan adalah Pnt Michaela Paruntu.

"Kalau dilihat dari kondisi saat ini, Pnt Michaela mendapatkan lebih banyak dukungan. Sepertinya dia yang menguat di wilayah Minsel dan bahkan Minahasa," ungkap Raco.

Sas-sus beredar, dari sekira 160 pemilik hak suara di wilayah Minsel, 100-an suara sudah digenggam Paruntu.

Dukungan terhadap Paruntu juga tampak di Wilayah Kakas I dan Kakas II. Pnt Wilayah Kakas II, Pnt Allen Maindoka mengaku, sikap Pnt Michaela menjadi daya pikat khusus bagi mereka.

“Pnt Michaela itu datang langsung baku dapa, bacerita. Dia gentle, berani datang dan terbuka. Dalam pelayanan harus begitu. Kalau dia sembunyi-sembunyi, bagaimana dia mau melayani? Musti berani. Selanjutnya, pimpinan remaja GMIM berikut harus mampu memahami pelayanan sampai ke daerah pinggiran. Jang hanya di kota. Kami yakin itu ada di sosok Pnt Michaela,” tandasnya.

Namun, di sebagian Wilayah Kakas dan Pinasiowan, ada juga yang terlihat hendak memberikan dukungan pada Pnt Marthen Tombeg.

“Kalau kami lebih suka Ka’ Marthen Tombeg. Dia punya pengalaman matang dalam pelayanan remaja. Kami yakin dia bisa menjadi Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM yang tepat untuk periode selanjutnya,” ungkap sejumlah Ketua Komisi Remaja di Wilayah Kakas dan Pinasiowan yang masih enggan namanya ditulis.

Arus dukungan terhadap Pnt Marthen Tombeg terlihat deras di Rayon Manado.

"Kami mendukung Pnt Marthen Tombeg sebagai ketua KPRS periode 2018-2022. Karena beliau sudah memahami urusan remaja GMIM. Beliau juga pernah 2 periode sebagai Ketua Bidang P3SDM Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM. Dan kami yakin Ka’ Aten, sapaan akrab beliau, tidak akan membawa Remaja GMIM ke ranah politik," sebut Pnt Olive Tumiwuda, Ketua Remaja GMIM Bethesda Taas, didampingi Sekretaris Hesky Naray, yang juga Sekretaris KPR Wilayah Manado Timur 4.

JANGAN JADIKAN BATU LONCATAN
Dukungan terhadap Pnt Michaela Paruntu, Pnt Billy Lombok dan Pnt Marthen Tombeg menyebar di seluruh wilayah pelayanan GMIM. Para nomine ini didukung dengan alasan yang umumnya serupa, yakni karena figur-figur tersebut sudah dikenal baik dalam pelayanan.

Dari beragam pendapat yang muncul, nyanyian senada menyeruak. Calon Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM tidak sekedar menjadikan pesta iman ini sebagai ‘batu loncatan’.

"Siapa saja yang terpilih nanti harus diamini bahwa itulah pilihan Tuhan. Namun kami dari jemaat, baik ketua KPR maupun pembina berharap supaya kandidat ini memang bertujuan melayani remaja. Jangan jadikan ajang ini untuk kepentingan tertentu saja. Misalnya motivasi karena ingin menjadi pejabat atau jadi batu loncatan untuk kepentingan-kepentingan lainnya yang bukan bagian dalam pelayanan," warning Ketua Komisi Remaja Jemaat Kanaan Pinabetengan, Pnt Varly Pantow.

Para nomine pimpinan Remaja Sinode GMIM harus mampu membuktikan jika mereka sungguh-sungguh ingin melayani remaja GMIM. Diyakini, keteladanan akan menjadi pertimbangan penting bagi para pemilik hak suara untuk memberikan dukungannya.

“Kita tentu berharap, pimpinan remaja nanti benar-benar berintegritas, bisa menjadi teladan dalam sikap dan tingkah laku,” kata Pnt Nedine Sulu.

Komisi Remaja di wilayah Mandolang 1 ini juga mewarning agar kursi pimpinan remaja GMIM tidak dijadikan sekedar batu loncatan. “Kita tentu akan senang jika pimpinan kita nanti tidak membawa warna politik di pelayanan. Yakinkan bahwa jabatan itu tidak akan dipakai sebagai batu loncatan untuk kepentingan politik,” tandasnya.

Seirama diungkapkan pembina remaja GMIM, Ka’ Melky Tambariki. Mantan Ketua Komisi Remaja Wilayah Tondano II dan Ketua Rayon Minahasa ini berharap, Ketua Kompelka Remaja nanti bersungguh-sungguh melayani, boleh meneladankan karakter-karakter baik ke remaja, redah hati.

“Tulus, tidak menjadikan pelayanan sebagai batu loncatan untuk kepentingan politik dan boleh menciptakan remaja yang ideal sesuai Lukas 2: 52,” pungkasnya.

Sementara, salah satu nomine Ketua KPRS Sinode GMIM, Pnt Selfran Wungouw mengajak semua pembina dan adik remaja berdoa dan berpuasa. Ia berharap, kekudusan ibadah rapat pemilihan nanti dapat dijaga dengan melakukan hal yang sesuai kehendak Tuhan.

“Menyerahkan sepenuhnya proses ibadah rapat pemilihan kepada otoritas Allah. Semua pembina dan remaja GMIM harus menerima hasil rapat pemilihan dengan iman. Bahwa proses ini hanya bagian dari menjalankan organisasi, karena sesungguhnya untuk personil 15 orang (di KPRS, red) sudah disiapkan Tuhan,” ungkap Ketua Remaja Wilayah Minawerot yang juga Wasek Komisi Remaja Sinode GMIM ini.

Terpisah, Ketua Remaja Wilayah Tatelu I, Pnt Citra Dipan mengatakan, sebagai remaja dan pembina remaja tentunya berkeinginan memiliki pemimpin yang mampu membawa terang bagi adik-adik remaja.

“Kami dari rayon Minut sudah memiliki calon siapa yang akan kami pilih. Di luar itu bagi kami siapapun yang terpilih merupakan pilihan Tuhan. Kita harus dukung program-program Komisi Remaja Sinode ke depan karena ini adalah bagian dari pelayanan,” pungkasnya. (tim ms)


Komentar