TERSANGKA. Ketiga Tersangka yang diamankan Kejari Bolmut dalam kasus dugaan korupsi. (foto: Nanang Kasim)

Tiga Tersangka Dekam LP Kotamobagu

Dugaan Korupsi PPI Sidupa dan ADD Sangtombolang

 

Boroko, MS

Perang terhadap para pelaku rasuah, gencar dilakukan Korps Adhyaksa Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Itu ditunjukkan dalam penanganan sederet kasus indikasi korupsi di wilayah paling utara Bumi Totabuan tersebut.

Buktinya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) besutan Andi Suharlis, telah menjebloskan 3 tersangka dugaan korupsi di dua kasus yang berbeda. Dua tersangka di perkara pembangunan megaproyek Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Tanjung Sidupa Kecamatan Pinogaluman, serta satu tersangka lainnya terkait dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) yang ditengarai dilakukan mantan Sangadi Sangtombolang Kecamatan Sangkub tahun 2013. Diketahui, proyek PPI Desa Tanjung Sidupa dilaksanakan tahun 2011 melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolmut.

Kajari Bolmut Andi Suharlis melalui Kepala Seksi (Kasie) Tindak Pidana Khusus, Resmen, menjelaskan, penahanan tersebut dalam rangka penyusunan berkas perkara dan dakwaan. “Ketiga tersangka sudah dititipkan sementara waktu di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Kotamobagu, sambil menunggu jadwal persidangan yang akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Manado,” terang Resmen.

Menurut dia, dalam kasus itu pihak Kejari Bolmut menjerat tersangka dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah menjadi UU Tipikor Nomor 20 tahun 2011 pasal 2 dan 3.  “Untuk pasal 2 ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup, sementara untuk pasal 3 ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” jelas Jaksa sarat prestasi ini.

Kata dia, dalam kasus PPI Sidupa, kedua tersangka telah mengembalikan kerugian Negara . “Untuk kedua tersangka dalam kasus PPI Sidupa ini dari awal telah memperlihatkan sikap kooperatif mereka, salah satunya adalah dengan mengembalikan kerugian negara,” tutur Resmen, didampingi Kasie Pidana Umum, Hendra Wijaya Kamal dan Kasie Intelijen Roberto Sohilait.

Sebelumnya, pihak Kejari Bolmut telah melakukan proses penyelidikan hingga penetapan tersangka. Didapati jika pihak pelaksana (kontraktor, red) proyek tidak melaksanakan pekerjaannya, sehingga menyembul indikasi perbuatan melawan hukum dengan kerugian negara mencapai Rp559 juta. Sementara itu, untuk ADD Desa Sangtombolang, dari perhitungan tim ahli kerugian negara mencapai Rp130 juta lebih. Untuk memastikan kondisi kesehatan ketiga tersangka sebelum dititipkan di LP Kotamobagu, pihak Kejari Bolmut telah mendatangkan dua dokter yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkses) Bolmut.(nanang kasim)

Banner Media Sulut

Komentar