Tokoh Agama Talaud Bahas Pembangunan Daerah

Melonguane, MS

Peran tokoh-tokoh agama sangat penting dalam kemajuan suatu daerah. Karena itu melalui moment tersebut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para tokoh-tokoh agama se-Kabupaten Kepulauan Talaud triwulan satu tahun 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati, Senin (20/3) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris daerah Ir Adolf Binilang ME, 425 pimpinan dari berbagai denominasi gereja, para ulama.

Tampil sebagai pemateri yakni Pendeta Johan Manampiring STh yang juga Ketua Umum Badan Musyawarah Antar Gereja dan Lembaga Keagamaan Kristen (BAMAG LKK) Indonesia, Sulut. Materi yang diberikan sesuai dengan tema kegiatan yaitu Kebersamaan Dalam Keberagaman.

"Ragam itu berarti beraneka ragam atau bervariasi. Dari segi budaya, etnis dan agama tidak bisa diseragamkan. Tetapi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, keberagaman ini akan menjadi langkah bersama dalam bingkai NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD I945. Makanya siapa yang mau bertahan, mau menjadi satu dalam keberagaman. Kita bersama dalam keragaman bukan menjadi satu, itu yang saya tekankan. Sebab kalau bersatu berarti hilang identitas keragaman, tetapi kalau bersatu dalam arti kata melangkah, itu benar, " ujar Ketua BAMAG Indonesia, Sulut.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Daerah (Kabag Kesra Setda) CH Mandagi selaku Ketua Panitia Kegiatan menjelaskan, maksud rapat koordinasi ini adalah menyatukan persepsi diantara para rohaniawan dalam pelaksanaan tugas pelayanan, guna mendorong dan membina seluruh jemaat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Kabupaten Kepulauan Talaud.

"Tujuan Rapat ini adalah untuk merumuskan mekanisme dan tata cara peran serta anggota jemaat dalam melaksanakan partisipasi dalam pelaksanaan pembangunan khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud agar tidak terjadi distorsi dan kesalah pahaman dalam proses pelaksanaan pembangunan.  peran penting tokoh agama dalam pelaksanaan pembangunan sangat penting," jelas Mandagi.

Lanjut, kata Mandagi, kegiatan ini akan kembali dilaksanakan pada triwulan ke II,III dan IV dengan pemateri yang berbeda pula. Sumber dana dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD Tahun) Anggaran 2017 dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Kesra dan Pemberdayaan Masyarakat.

"Setiap triwulan, para tokoh agama ini mendapatkan uang intensif sebesar Rp 1,2 juta per orang," kuncinya.¬(jos tumimbang)

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors