Teddy Kumaat

‘Travel Warning’ Ancam Ekonomi Sulut

Efek Teror Bom di Surabaya

Manado, MS

Gelombang turis yang menghentak Bumi Nyiur Melambai terancam surut. Itu menyusul adanya negara mulai menetapkan status ‘traveling warning’ ke Indonesia. Tragedi teror bom di Surabaya dinilai jadi pemicu. Desakan untuk  membongkar gerbong teroris hingga ke akar pun mengalir kencang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

Pasca bom di Surabaya, sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat dan Australia, tengah mengeluarkan rilis saran bepergian kepada warganya. Dalam ‘travel warning’ tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dalam status waspada. Fenomena ini sontak memantik tanggapan legislator Gedung Cengkih. Kebijakan beberapa negara tersebut, dipandang bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia, khususnya pariwisata Sulut yang sementara digenjot.

“Dengan ini (travel warning, red), wisatawan maupun pengusaha ketika mau datang ke Indonesia paling tidak akan tertunda. Tidak akan ada uang masuk. Tapi syukur-syukur kalau ditunda tapi kalau batal gimana?” tegas Anggota Komisi II DPRD Sulut, Teddy Kumaat, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

Menurutnya, jika semua negara berbuat seperti itu maka ekonomi Indonesia akan terjadi penurunan drastis. Mulai dari investasi, kerjasama bisnis sampai dunia  pariwisata akan terancam. “Makanya pemerintah harus tegas. Selama ini polisi sudah tegas tapi perlu lebih keras,” ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Dirinya mendesak agar Undang-Undang anti terorisme segera diselesaikan. Bagi Kumaat, pembahasan aturan itu selama ini belum tuntas karena masih ada anggota dewan yang menghalangi. “Kan dahulu ada yang pulang dari Suriah, kemudian gabung dengan ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). Katanya ada sekitar 500 orang. Tapi tidak bisa dilacak. Kalau Undang-Undang itu sudah ada maka masih di airport sudah ada penahanan,” kunci wakil rakyat daerah pemilihan Kota Manado tersebut. (arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.