AKBP Gani Siahaan

TSK Kasus Korupsi Boltim Dapat SKCK

Tutuyan, MS

Sistem administrasi di Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong), disorot. Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada tersangka kasus korupsi dari Bolmong Timur (Boltim), jadi penyebab. Suara sumbang pun menyasar korps besutan AKBP Gani Siahaan itu.

Kendati demikian, pihak Polres Bolmong berargumen, seseorang yang pernah dan sedang menjalani proses hukum, sangat berbeda. Menurut Siahaan, semua Warga Negara Indonesia (WNI) berhak mendapatkannya tetapi berbeda dengan yang telah menjadi tersangka pada kasus hukum lainnya. 

Dia mengatakan, khusus oknum tersangka kasus Makan dan Minum (Mami) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, mendapatkan pelayanan yang sama tetapi ada catatan khusus.

“Untuk pembuatan SKCK, mereka tetap diberikan, tetapi dengan catatan khusus,” ungkap Siahaan, kepada Media Sulut Rabu (4/7) kemarin.

Dijelaskan Siahaan, SKCK merupakan syarat tambahan yang harus diketahui aparat kepolisian bila seseorang mengajukan diri untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg).

“Yah, itu tujuannya agar diketahui bahwa keperluan pembuatan SKCK. Khusus untuk calon legislatif harus diketahui apa tujuan pembuatan SKCK. Tetapi banyak yang membuatnya karena ingin mendapatkan pekerjaan,” ujar Siahaan.
Seperti diketahui, kasus Mami DPRD Boltim, diproses oleh aparat penegak hukum atas permintaan sejumlah anggota DPRD. Sofyan Alhabsy Cs, menantang penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus Mami DPRD Boltim. Tantangan dari sejumlah anggota DPRD itu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, Polres Bolmong menetapkan 20 anggota DPRD periode pertama dan beberapa staf Sekretariat DPRD sebagai tersangka.

Penetapan tersangka kasus Mami Boltim itu mengakibatkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dijebloskan ke dalam penjara. Tidak hanya itu, ASN yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat.

Anehnya, 20 anggota DPRD yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, tidak pernah ditahan. Penanganan kasusnya pun seolah tersendat hingga memantik tanya publik sampai kini. (pusran beeg)


Komentar