Tumpukan sampah di Kelurahan Tataaran Satu. Dikhawatirkan kondisi ini berimbas pada pendangkalan sungai


Tumpukan Sampah di Tataaran Ancam Irigasi Pertanian

Tondano, MS

Persoalan sampah hingga kini masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum diselesaikan Pemerintah Kabupaten Minahasa. Buruknya sistem pengelolaan sampah hingga tak tersedianya tempat pembuangan yang representatif ditengarai jadi pemicu utama masalah sampah di Tanah Toar Lumimuut ini.

Salah satunya di Kecamatan Tondano Selatan. Persoalan sampah dikawasan ini seolah tak kunjung berujung. Sejumlah pihak mendesak agar supaya Pemda Minahasa segera membangun dan memaksimalkan tempat pengolahan sampah terpadu di wilayah tersebut.

"Apalagi karena kepadatan penduduk dan banyaknya mahasiswa yang indekos membuat produksi sampah terus meningkat," kata Edwin Pratasik, masyarakat setempat.

Disamping itu, dirinya meminta agar Peraturan Daerah tentang sampah dipertegas. Apalagi persoalan sampah diwilayah ini, menurut Edwin, telah memberikan dampak buruk terhadap irigasi sawah pertanian. Khususnya pendangkalan Sungai Toubeke yang selama ini menjadi salah satu andalan petani dalam hal pengairan sawah.

"Kami meminta agar aliran sungai Toubeke segera dikeruk karena sudah dangkal. Jangan sampai nanti berdampak buruk buat para petani," kata Edwin.
Mewakili masyarakat setempat, dirinya berharap pihak Pemda Minahasa, pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat agar datang melihat langsung kondisi diwilayah kelurahan Tataaran 1 Lingkungan 3.

"Secepatnya harus ada perhatian pemerintah, karena sampah ini sudah bertahun-tahun tidak ada perhatian pemerintah. Sampah ini sudah mengganggu masyarakat lingkungan tiga khususnya warga sekitar, karena bau busuk sudah sampai ke pemukiman warga," tuturnya.

"Bahkan ada rumah penduduk yang sampai saat ini sudah digenangi air dan dikhawatirkan bisa menyebabkan penyakit demam berdarah atau penyakit kulit," sembur Sekretaris KNPI Minahasa ini seraya mengimbau masyarakat setempat agar jangan sembarangan membuang sampah.

Dirinya meminta ketegasan pemerintah dalam hal ini instansi terkait yaitu Dinas Pasar dan Kebersihan untuk lebih optimal menangani masalah sampah. Ada sejumlah warga yang merasa sangat dirugikan terkait persoalan sampah ini, diantaranya keluarga Pratasik Gosal, Keluarga Tanos Pratasik, dan keluarga Tambariki Gosal. (jackson kewas)

Komentar