Ismael Mokodompit

ULP BARANG JASA WAJIB SELEKTIF

LAKI: Jangan Menangkan Kontraktor dan Perusahaan TGR

 

Boltim-MS

Panitia Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa  di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang diketuai oleh Haris Sumanta atau lebih akrab disapa Ai, diminta agar lebih selektif dalam proses pelaksanaan lelang tender terutama bagi perusahan maupun kontraktor yang masih mempunyai kewajiban berupa adanya Tuntutan Ganti Rugi (TGR) terhadap Pemerintah Daerah. Demikian ditegaskan oleh Ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) Cabang Bolaang Mongondow Timur Ismail Mokodompit kepada Media Sulut Rabu (15/3) kemarin.

Menurutnya, hal ini perlu ditegaskan karena sebelumnya Ketua Tim TPTGR Sekda Mohamat Assagaf dengan tegas mengatakan akan menurunkan surat kepada panitia ULP yang mencantumkan nama kontraktor dan perusahan untuk tidak di menangkan dalam proses lelang tender yang saat ini sudah mulai dilaksanakan atau sudah masuk pada tahapan pemasukan berkas atau dokumen untuk 12 paket projek yang sudah dilelang. Terkait dengan adanya penegasan dari ketua Tim TPTGR tersebut, diharapkan kepada panitia ULP dibawa pimpinan Haris Sumanta agar kiranya dapat melaksanakan tugas secara profesional sebagaimana harapan yang sudah disampaikan oleh Bupati Sehan Landjar pekan kemarin kepada sejumlah awak media.

”Saya berharap panitia ULP dapat melaksanakan tugas secara profesional. Jika nantinya dalam proses pengumuman diketahui adanya perusahan maupun kontraktor TGR yang dimenangkan dalam proses lelang tender, maka selaku ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) sudah tentu kami akan mempertanyakan ada apa dengan panitia ULP itu sendiri," ujarnya seraya mengatakan untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya berharap agar panitia ULP dibawa pimpinan Haris Sumanta agar tidak ada "main mata" bersama kontraktor maupun perusahan yang sampai saat ini belum menyelesaikan kewajiban berupa adanya TGR.

”Panitia ULP diharapkan jangan main mata dengan perusahan maupun kontraktor pada saat pengumuman pemenang,” tegas Mokodompit menginggatkan.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dirangkum Media Sulut baik dari Sekda Mohamat Assagaf selaku ketua tim TPTGR dan Inspektoratda bahwa hingga saat ini kontraktor maupun perusahan TGR baru sebatas melakukan pengurangan, bukan pelunasan TGR.

Ironisnya, dari beberapa kontraktor maupun perusahan yang belum melakukan pelunasan TGR diketahui bahwa salah satu dari mereka atau kontraktor dan perusahan tersebut adalah isteri dari salah satu oknum anggota DPRD Boltim atas pekerjaan paket projek pembangunan Pasar Desa Motongkad pada tahun anggaran sebelumnya.(Pusran Beeg)

Banner Media Sulut

Komentar