Edwin Umbas

Umbas : Paslon Jangan Sembarang Catut Lambang PSI

Tondano, MS
Langkah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di arena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa tahun 2018 belum ditempuh. Sejauh ini, partai politik (parpol) yang dominan dinaungi anak-anak muda itu belum menyatakan sikap untuk mendukung salah satu calon tertentu di Pilkada Minahasa.
 
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Minahasa, Edwin Umbas, S.IP, mengatakan pihaknya mempunyai penilaian dan sikap politik tersendiri. Sebab kata dia, PSI dalam menyatakan dukungan politik harus melalui mekanisme Partai sesuai Aturan Dasar/Aturan Rumah Tangga (AD/ART) dan tentunya diperkuat oleh Surat Keputusan (SK) atau dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
 
"Oleh sebab itu kami tegaskan, jika ada pasangan calon di Pilkada Minahasa yang memakai atau memanfaatkan logo PSI itu tidak sah. Kami harapkan agar lambang tersebut segera di cabut," lugas Umbas dalam Press Rilis yang diterima Media Sulut, Selasa (13/3).
 
Hal itu disampaikannya menyusul dari hasil pantauan, ada sekretariat parpol pengusung salah satu pasangan calon, dalam hal ini Sektetariat Partai Golkar, yang nampak memasang lambang atau logo PSI.
 
"Pemasangan itu tanpa sepengetahuan saya selaku ketua PSI Minahasa, apalagi kami memang belum menenetukan sikap politik atau menyatakan dukungan terhadap salah satu paslon di Pilkada," papar Umbas.
 
"Secara internal kami tentunya mempunyai sikap politik, tapi nanti kami akan sampaikan lewat mekanisme yang ada," tambahnya.
 
PSI menurut Umbas, memang adalah partai baru yang ikut dalam Pemilu tahun 2019. Namun sejauh ini telah mempunyai kekuatan politik dan militansi pengurus yang kuat.
 
"Oleh karena itu kami mempunyai kajian dan penilaian tersendiri dalam menentukan calon, karena kami yakini suara dan dukungan politik kami sangat berharga demi kemajuan Minahasa kedepan," sebut Umbas sambil memaparkan jika saat ini PSI Minahasa mempunyai infrastruktur politik di 25 kecamatan yang tersebar merata di semua desa dan kelurahan se-Kabupaten Minahasa.
 
Di samping itu, diakuinya jika saat ini pihaknya masih membangun komunikasi politik dengan pasangan calon terlebih dalam pemberdayaan kepemudaan yang ada di Minahasa.
 
"Memang ada calon yang intens membangun komunikasi dengan kami, tapi itu belum dalam bentuk dukungan secara resmi karena PSI ada mekanismenya untuk hal-hal prinsip seperti itu," tutup Umbas. (jackson kewas)

Komentar