Teddy Kumaat

UMKM Sulut ‘Jalan di Tempat’

Kondisi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut) dinilai masih stagnan. Meski bantuan pemerintah mengalir deras namun hingga kini para pelaku usaha kecil itu umumnya tak juga berkembang.

Reaksi kritis pun diperagakan wakil rakyat Sulut. Pemerintah diminta perlu kreatif dan inovatif dalam mengurus persoalan UMKM. Sistem perekonomian di Bumi Nyiur Melambai dipandang penting untuk ditata ulang sehingga UMKM bisa efektif menjalankan bisnis mereka.

“Misalnya, pemberian bantuan katinting bagi nelayan. 10 tahun kemudian para nelayan masih menerima bantuan yang sama. Ini berarti tidak ada peningkatan. Meskipun diberikan bantuan banyak tapi mereka (UMKM, red) tidak ada perkembangan, apa yang harus dilakukan?” ucap legislator Sulut, Teddy Kumaat, Senin (5/3), di ruang kerjanya.

Menurut personil Komisi II DPRD Sulut ini, kualitas UMKM itu sendiri yang perlu ditingkatkan. Pihak eksekutif dinilai perlu kreatif ketika memberikan bantuan, supaya UMKM bisa berkembang.

“Membantu bukan sekedar membantu tetapi harus ada prospek. Supaya pelaku UMKM yang tahun ini menerima bantuan, di tahun-tahun berikutnya bisa menjadi pengusaha mandiri atau jadi pengusaha sukses,” paparnya.

Ia pula menyarankan agar pelaku usaha bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka melakukan inovasi produk melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Apalagi saat ini tengah digenjot Peraturan Daerah (Perda) tentang UMKM.

“Semoga Perda UMKM ini dapat menjawab kebutuhan pelaku UMKM. Kepastian untuk mendapat pengaturan yang lebih berpihak, kebutuhan sumber pendanaan, solusi untuk menjawab kebuntuan kriteria, kemitraan, koordinasi, penjaminan dan perizinan,” tutup politisi PDIP ini. (arfin tompodung)

 

 


Komentar