Julius Jems Tuuk

Usulan Napi Dilarang ‘Nyaleg’ Terbentur Undang-Undang

Manado, MS

Langkah Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) Republik Indonesia (RI) menolak aturan agar mantan narapidana (napi) dilarang maju calon legislatif (caleg), disambut positif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Usulan yang datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ini, dinilai masih berat sebelah. Apalagi masih bertabrakan dengan Undang-Undang di atasnya.

Anggota Komisi I DPRD Sulut, Jems Tuuk menuturkan, keputusan Kemkumham yang tak mengindahkan Peraturan KPU (PKPU) tersebut, sudah tepat. Dirinya menyetujui sikap Kemkumham karena segala sesuatu harus mengacu kepada aturan yang lebih tinggi. “Saya berpendapat bahwa segala sesuatu harus mengikuti payung hukum yang ditetapkan. Secara etika PKPU yang disusulkan oleh KPU-RI itu benar. Tapi secara aturan itu tidak bisa,” ujar Tuuk, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

 

Dia menganggap, isi di dalam PKPU tersebut hanya lebih condong kepada mereka yang terkena kasus tindak pidana korupsi (tipikor). Ia pun menanyakan soal status dari mereka yang akan maju caleg namun mantan napi akibat kejahatan seksual dan narkoba. Menurutnya, pelanggaran seperti itu pula adalah hal  luar biasa. “Sekarang saya bertanya, jika batasan yang dilarang itu hanya kasus tipikor. Bagaimana dengan kejahatan kekerasan seksual, narkoba yang masuk penjara. Kan semua pelanggaran luar biasa,” ketusnya.

 

Bagi dia, semuannya harus kembali ke Undang-Undang. Ini supaya tidak menimbulkan polemik berpolemik dan saling tumpang tindih. “Menteri jangan lagi buat ‘huru–hara’. Ayo kembali melihat aturan. Supaya tidak bertabrakan,” ajaknya.

 

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dikenal vokal ini mengungkapkan, tidak ada bedanya antara kasus tipikor dengan kasus narkoba maupun pelanggaran ‘besar’ lainnya. “Itu kejatahan luar biasa semua. Kenapa di PKPU tidak dimasukan,” tutupnya. (arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.