USULU WARNING PERANGKAT DAERAH

Genjot Realisasi Anggaran

 

Manado, MS

Realisasi anggaran sering menjadi persoalan serius dalam roda pemerintahan. Diakui, pemicu persoalan berkaitan erat dengan pelaksanaan program dan kegiatan serta kinerja masing-masing Perangkat Daerah.

Di Kota Manado, warning keras diberikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, bagi Perangkat Daerah di Kota Manado yang berada pada posisi terbawah untuk penyerapan anggaran. Itu dikatakan Usulu mewakili Walikota Manado Dr Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) laporan Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) Perangkat Daerah di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (19/4).

Menurut Usulu, Rapim EPRA merupakan bagian dari pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kota Manado oleh Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Kota Manado. “Demi efektifitas pencapaian target realisasi anggaran tahun 2017, maka penting bagi kita sekalian untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan setiap perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kota Manado sampai dengan bulan Maret tahun 2017,” ujar Usulu.

Menurut dia, data yang diterima dari Badan Pengelola Keuangandan Aset Daerah (BPKAD) Kota Manado, realisasi anggaran Pemkot Manado sampai 31 Maret 2017 yakni 10,10 persen dengan serapan anggaran sebesar Rp157.963.201.713 dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado sekitar Rp1.564.258.637.290.

“Capaian ini tergolong rendah mengingat saat ini kita telah memasuki triwulan tiga,” tandas Usulu.

Untuk itu, Usulu meminta Perangkat Daerah untuk meningkatkan kinerja demi kelancaran proses pembangunan dalam mewujudkan Kota Manado yang Cerdas, maju dan sejahtera. “Apa yang menjadi kendala dan kekurangan pada proses realisasi yang lalu, dapat kita pahami bersama untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran yang berharga bagi kita sekalian agar ke depan kita akan semakin pandai dan bijaksana dalam tugas dan tanggung jawab,” kunci Usulu didampingi Asisten 3 Frans Mawitjere SH, Kepala BPK-AD Drs Manasar Panjaitan dan Kabag Pembangunan, SteryAkay ST.(fiena)

Banner Media Sulut

Komentar