Walikota saat menandatangani berita acara persetujuan penetapan tiga Ranperda inisiatif dewan menjadi Perda.

WALIKOTA GSVL BERIKAN KLARIFIKASI

Polemik Dana Bencana Tembus Paripurna

 

Manado, MS

Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado dalam rangka pembicaraan tingkat II atas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD, berlangsung alot. Dihadiri Walikota Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Wakil Walikota  (Wawali) Mor Dominus Bastiaan SE, sederet persoalan didengungkan sejumlah penghuni rumah rakyat tersebut.

Apalagi usai pembacaan hasil kerja Pansus tiga Ranperda. Tensi paripurna sempat meninggi setelah beberapa anggota DPRD melakukan interupsi. Misalnya, beda pendapat soal dana bantuan korban bencana banjir dan pengelolaan pasar oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar besutan Ferry Keintjem. Bahkan, terkait dana bencana yang dinilai sarat masalah, ada wakil rakyat yang mengusulkan untuk dibentuk Panitia Khusus (Pansus).

Menyikapi sorotan tersebut, orang nomor satu di Kota Tinutuan, akhirnya memberikan penjelasak. Ia pun memaparkan kronologis mendapatkan dana bencana termasuk kriteria yang ditetapkan menurut aturan pemerintah pusat. "Dana bencana ini diatur oleh pemerintah pusat melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Jadi bukan saya atau pemerintah kota yang menentukan ini layak atau tidak menerima bantuan. Data korban bencana berdasarkan klasifikasi, semuanya dilakukan BNPB. Jadi bukan semaunya Walikota yang atur, ini dapat sekian atau ini dapat sekian. Bukan suka-sukanya Walikota untuk menentukan besaran dana yang diterima korban," terang Walikota, merendah.

Menurut dia, aturan pusat hanya dibayar kepada pemilik rumah yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat."Jadi memang datanya berubah-ubah setelah diverifikasi. Karena tidak semua termasuk dalam klasifikasi rusak berat, kebanyakkan  rusak ringan,” jelas Walikota terbaik se-Indonesia itu.

Menyangkut PD Pasar, Walikota mempersilahkan anggota DPRD untuk mengusulkan pergantian Direktur Utama (Dirut) jika tiga  tugas yang diberikan Walikota tidak dipenuhi.  Ketiga tugas yang diminta untuk diselesaikan Dirut Keintjem yakni mampu mengelola dan menata pasar dengan baik, mampu membayar gaji karyawan tepat waktu setiap awal bulan serta memperbaiki manajemen pasar.

PARIPURNA TIGA RANPERDA INISIATIF DEWAN

Paripurna pembicaraan tingkat II atas tiga Ranperda inisiatif dipimpin Wakil Ketua DPRD Manado Drs Danny RWF Sondakh bersama Ketua DPRD Nortje Henny Van Bone. Selain agenda tersebut, juga disampaikan laporan hasil reses pertama tahun sidang 2017.

Dalam hasil reses yang dibacakan berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil), rata-rata meminta tindak lanjut pemerintah terhadap keluhan masyarakat terkait fasilitas publik seperti jalan, drainase serta air bersih. Di samping masalah dana bantuan korban banjir 2014 serta bantuan bagi lanjut usia. Sementara, untuk pembacaan laporan Panitia Khusus (Pansus) tiga Ranperda tersebut dilaksanakan, masing-masing Ranperda Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh Stenly Tamo, Selanjutnya, Ranperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh Bambang Hermawan dan Ranperda Kawasan Tanpa Asap Rokok oleh Syarifuddin Saafa.

Dalam rapat paripurna yang berlangsung hingga lewat pukul 24.00 Wita itu, ditandai dengan penanda-tanganan berita acara persetujuan penetapan tiga Ranperda inisiatif dewan menjadi Perda.Tampak mendampingi Walikota GSVL, Wawali Dominus Bastiaan SE, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Rum Dj Usulu, para Asisten, sejumlah pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah se Kota Manado.(fiena/*)

Banner Media Sulut

Komentar