WALIKOTA GSVL TEGUR PEDAGANG

Alih Fungsi Tempat di Pasar Pinasungkulan

Manado, MS

Sikap tegas kembali ditunjukkan Walikota Manado, Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL). Saat meninjau proyek rehabilitasi Pasar Pinasungkulan Karombasan, orang nomor satu di Kota Tinutuan ini menemukan gedung baru yang terindikasi dialihfungsikan menjadi tempat tinggal.

Hal itu mendapat perhatian serius Walikota GSVL. Ia pun langsung menegur sejumlah pedagang yang memanfaatkan gedung baru itu sebagai tempat tinggal. Selain itu, dia mewarning para pedagang agar tidak menjadikan bagunan di pasar sebagai tempat tinggal atau tempat tidur, termasuk tempat memelihara unggas.

“Pasar jangan dijadikan tempat tidur, karena ini adalah area untuk berusaha dan mencari nafkah bukan sebagai tempat tinggal. Kalau mau tidur di rumah saja, jangan di pasar,” ujar GSVL didampingi Kepala Dinas PUPR Manado, DR Peter KB Assa.

Selanjutnya, walikota terbaik di Indonesia ini meminta pihak kontraktor dan petugas pasar untuk membersihkan gedung tersebut. Menurutnya, area lantai dua gedung pasar Pinasungkulan Karombasan yang baru, sesuai fungsinya akan digunakan sebagai tempat kuliner atau Food Court. Dirinya, meminta kontraktor agar mempersiapkan penyerahan gedung itu untuk dimanfaatkan Pemkot Manado melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado.

“Silahkan dibersihkan tempat ini, karena sesuai peruntukannya lantai dua ini akan digunakan untuk Food Court. Dipersiapkan tempat ini dengan baik agar setelah diserahkan kita akan bagi-bagi kepada pedagang untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” tukasnya.

Walikota berharap PD Pasar sebagai pengelola Pasar Pinasungkulan Karombasan untuk mengatur dengan baik penempatan pedagang setelah bangunan baru mulai digunakan. “Silahkan diatur dengan baik siapa-siapa yang menempati bangunan ini. Karena bangunan ini dibangun untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman baik bagi pedagang maupun konsumen atau pembeli,” tandas Walikota pilihan rakyat Manado itu.

Untuk diketahui, proyek rehabilitasi Pasar Pinasungkulan Karombasan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag-RI). Setelah tuntas pengerjaannya, gedung tersebut akan diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

Tampak melakukan peninjauan, Staf Khusus Walikota Arie Turangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado Meisje Wollah SE dan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Steven Runtuwene SSos serta tokoh masyarakat Manado John Sumual SE.(fiena/*)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.