Foto: Sejumlah warga Sindulang I menemui pihak Komisi A DPRD Manado.(foto: devy kumaat)

Warga Temui Komisi A

Penggusuran Tanah di Sindulang I ‘Tertahan’

 

Manado, MS

Rencana penggusuran tanah di Lingkungan I Kelurahan Sindulang I, belum dilakukan. Hal itu berbuntut respon positif dari warga yang berdomisili di wilayah tersebut.

Untuk mempertahankan lahan di situ, sejumlah warga kembali menemui Komisi A Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado. Permohonan penundaan eksekusi tanah tersebut, menjadi harapan warga.

Hal itu langsung disikapi wakil rakyat di Kota Tinutuan. Bahkan, sejumlah pihak terkait langsung dihubungi terkait permohonan warga itu.  "Kami sudah meminta persetujuan untuk menunda eksekusi ke Camat Tuminting Danny Kumayas lewat telepon dan dia mengiyakan," ungkap Wakil Ketua Komisi A Stenly Tamo, Senin (9/4) kemarin.

Penundaan itu sangat beralasan. Sebab, menurut dia, belum adanya kesepakatan antara warga dengan pihak pemilik tanah seluas 968 meter yakni Agus Abidin. Demikian juga pemerintah yang semestinya harus duduk bersama menyelesaikan persoalan itu.

Selanjutnya, masing-masing pihak, menurut Tamo, wajib menunjukkan keabsahan kepunyaan bidang tanah yang berada dekat Jembatan Sukarno atau di samping Jembatan Megawati itu.

Warga akhirnya menyetujui permintaan tersebut. Bahkan, warga  membuat surat resmi. “Dewan sendiri akan menelusuri penerbitan sertifikat bernomor 609,” sebutnya.

Namun, sedikit mencengangkan sekaligus mengherankan, jika ada warga sebanyak 9 kepala keluarga dilimpahkan wewenang tinggal oleh mantan Camat Tuminting sebelum camat sekarang Danny Kumayas.

Kondisi ini oleh Tamo perlu mendapat pernyataan pula, mengapa perintah tersebut dikeluarkan, mengingat, mendatangkan masalah baru ketika dimunculkan. "Ini semacam memunculkan konflik," imbuhnya.

Ia menekankan, kepentingan menilai kepentingan masyarakat berdasarkan guna lahan bagi masyarakat harus berlandaskan hukum yang berlaku. "Karena, pertemuan dengan penunjukkan keabsahan senantiasa diperlukan. Pemerintah pun diminta hadir," tandasnya.(devy kumaat)


Komentar