Tetty Paruntu

Warga Tompaso Baru Diminta Tahan Diri

Amurang, MS

Suasana Desa Tompaso Baru Satu, Kecamatan Tompaso, masih mencekam. Dua kubu yang berselisih paham saling berjaga-jaga. Bahkan, secara terang-terangan, banyak warga yang menenteng samurai, tombak dan pisau badik di jalanan.

Ketegangan ini dipicu kasus pembunuhan dengan korban Alvian Sumarauw (48), warga Desa Tompaso Baru, Senin (6/3) subuh, sekira Pukul 02:30. Kendati dua tersangka kasus pembunuhan dengan lima luka tikaman itu sudah ditangkap namun keluarga dan kerabat korban masih marah.

Menanggapi situasi yang masih belum kondusif itu, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu, meminta warga Tompaso Baru Satu, menahan diri. "Jangan lagi ada balas dendam. Mari kita sama-sama menahan diri, agar tidak lagi jatuh korban. Buat keluarga korban yang ditinggalkan, saya menyampaikan turut berduka cita," kata Tetty, sapaan akrabnya.

Untuk menuntaskan kasus itu, Tetty meminta masyarakat Tompaso Baru Satu, menyerahkan kasus itu kepada aparat penegak hukum. Saat ini kasus itu sudah ditangani aparat hukum. "Biarlah nanti aparat yang menangani kasus ini, jangan main hakim sendiri," pungkas Tetty.

Konflik yang terjadi di Desa Tompaso Baru Satu tersebut ikut mengundang keprihatinan publik. Salah satunya legislator gedung cengkih. Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Kristovorus Deky Palinggi mengungkapkan, dirinya turut berdukacita terhadap peristiwa yang menimpa keluarga korban. Wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara itu, sangat menyayangkan persitiwa yang sampai menelan korban itu.

“Aparat kepolisian, pemerintah kabupaten dan kecamatan diharapkan dapat meredam konflik yang terjadi saat ini. Karena ini sudah menyangkut menghilangkan nyawa orang,” tukasnya.

Harapan Palinggi, masyarakat bisa tenang. Segala sesuatu menurutnya, dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau komunikasi. “Keluarga korban atau masyarakat yang dirugikan dengan kejadian ini, mari serahkan semuanya ke aparat keamanan. Kami yakin mereka bisa selesaikan masalah ini,” ujarnya. 

“Jangan sampai mereka lakukan pembalasan sehingga lebih merugikan kita. Bisa-bisa menelan korban lagi. Biarkan ini ditempuh sesuai undang-undang yang berlaku. Rakyat mari ambil dengan kepala dingin,” sambungnya.

“Saya rasa selama ini Tompaso Baru sudah aman tak seperti dahulu, baru kali ini lagi terjadi,” tutupnya.

Sementara itu, Selasa (7/3) kemarin, Wakil Bupati Minsel, Franky Wongkar, melayat ke rumah duka. Jenazah almarhum, disemayamkan di rumahnya, di Desa Tompaso Baru Satu.

Wongkar mengatakan, dia ikut prihatin dan turut berdukacita atas meninggalnya Alvian Sumarauw. "Atas nama perintah Kabupaten Minahasa Selatan dan keluarga, saya mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Alvian Sumarauw. Semoga keluarga yang ditinggalkan, diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan sumber kehidupan kita," tutur Wongkar. (rul mantik/arfin tompodung)

 

 

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado