ALOT. Kapolda Sulut, Walikota Tomohon tampak berdialog dengan jajaran BPMS GMIM.(Foto. Ist)

WASKITO-EMAN: JANGAN PANIK TAPI WASPADA

Aksi Bom di Surabaya, Kapolda Temui BPMS GMIM

Tomohon, MS

Efek waspada terkait aksi bom di sejumlah tempat di Surabaya, menyebar ke Sulawesi Utara (Sulut). Gerak antisipasi masif dijabal pemerintah khususnya jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Selasa (15/5), untuk membahas kondusifitas wilayah di wilayah Nyiur Melambai serta aksi bom bunuh diri di Surabaya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Irjen Pol Bambang Waskito menemui Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Saat bertandang di Kantor Sinode GMIM, Kapolda Waskito bersama jajaran didampingi Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak (JFE) bersama jajaran Pemkot Tomohon, diantaranya Asisten Umum Corry Caroles, Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Joice Taroreh dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dr Juliana Dolvin Karwur MSi. Rombongan mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar) dan Walikota Tomohon ini diterima Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina MTh.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan dialog kaitan dengan peristiwa pengeboman tiga gereja serta beberapa tempat lainnya di Kota Pahlawan.

Kepada pihak BPMS GMIM, Kapolda Waskito meminta agar membuat surat edaran kepada seluruh jemaat melalui Badan Pekerja Majelis Jemaat  (BPMJ). Edaran tersebut berisikan, dengan adanya peristiwa pemboman gedung gereja di Surabaya, jemaat diharapkan tidak panik atau takut. Meski begitu, harus meningkatkan kewaspadaan. "Yang terpenting juga jemaat jangan terprovokasi sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama," terang Waskito.

Hal senada disampaikan Walikota JFE. Kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon didalamnya jemaat GMIM, diminta untuk tetap tenang, waspada dan terus menjaga keamanan dan kenyamanan hingga ke pelosok lingkungan. "Marilah kita terus menjaga kebersamaan dalam keberagaman agama, tingkatkan toleransi antar umat beragama. Selanjutnya, marilah kita bina hidup rukun dan damai, sehingga tidak  percuma Kota Tomohon disebut Kota Religius bahkan telah diakui oleh pemerintah pusat dalam kerukunan keberagamaannya lewat penghargaan Harmony Awards," aku Tokoh Kerukunan di Indonesia itu.

Selanjutnya, menyikapi hal tersebut, BPMS GMIM meminta pihak kepolisian dalam setiap peribadatan di gereja baik kalangan GMIM bahkan denominasi lainnya, mensiagakan personil kepolisian minimal 1 anggota untuk menjaga keamanan dalam proses ibadah.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keamanan Sulut dan Indonesia pada umumnya.(victor rempas)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.