Frangky Chendra

Waspadai Kenaikan Harga Bapok Jelang Lebaran

Kenaikan harga bahan pokok (bapok) selalu menjadi momok di bulan Ramadhan. Ulah pedagang tak bertanggungjawab jadi penyebab. Padahal, stabilitas harga kebutuhan dasar ini sangat dibutuhkan saat menjalankan ibadah puasa.

Untuk mencegah ulah pedagang nakal menaikkan harga, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondouw Utara (Bolmut) bersama jajaran terkait untuk dapat melakukan razia secara intens di seluruh pasar.

“Pemkab Bolmut harus lebih intens lagi untuk memantau kondisi yang ada di seluruh pasar di Bolmut. Jika tidak maka masyarakat yang akan dirugikan. Selain itu, kami berharap agar kiranya Pemkab bisa melaksanakan pasar murah,” harap Frangky Chendra, Anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut, Rabu (6/6) kemarin.

Sementara itu, Farham Patadjenu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagaangaan Koperasi (Disperindagkop) Pemkab Bolmut mengatakan, kenaikan harga sembilan bahan pokok jelang Idul Fitri merupakan fenomena tahunan.

”Bulan puasa merupakan moment yang tepat bagi pedagang untuk meraup keuntungan besar dari hasil dagangan mereka,” kata Patadjenu.

Dia menjelaskan, kenaikan harga sembilan bahan pokok memasuki bulan puasa disebabkan dua hal, yakni kelangkaan sembilan bahan pokok serta sikap pedagang yang sengaja menyimpan barang dagangannya dan nanti dijual pada saat memasuki bulan puasa.

”Kedua hal tersebut yang mengakibatkan harga sembilan bahan pokok kian meroket,” tambahnya.

Meski demikian Datunsolang masih optimis harga sembilan bahan pokok akan normal di pertengahan puasa sampai menjelang lebaran.

”Kami akan berupaya untuk rutin menggelar operasi pasar, dengan melakukan pengecekan harga di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan serta melakukan kegiatan pasar murah agar harga sembilan bahan pokok akan kembali normal nantinya di pertengahan puasa dan memasuki lebaran,” imbuhnya. (nanang kasim)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.