Pengurus WKI Sinode GMIM foto bersama di depan pohon Natal sayuran buatan WKI Sion Noongan. (foto : jackson MS)

WKI Sion Noongan Buat Pohon Natal Dari Sayuran

Langowan, MS

BANYAK hal unik dikreasikan umat Kristen di Minahasa untuk menyambut perayaan Natal tahun ini. Salah satunya dilakukan Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM Sion Noongan wilayah Langowan Kelelondey.
 
Mereka membuat sebuah pohon Natal setinggi hampir 4 meter dari berbagai jenis sayur-sayuran. Pohon Natal yang dipajang di dalam gedung gereja GMIM Sion Noongan itu terdiri dari beberapa jenis sayuran, seperti kol, tomat, labu, bawang serta sayuran lainnya. Semua komoditi sayuran tersebut adalah hasil pertanian yang khas di wilayahnya.
 
"Pohon natal ini dibuat dalam rangka perayaan menyambut Natal WKI se Sinode GMIM, dimana jemaat kami di GMIM Sion Noongan adalah tuan rumah penyelenggara," jelas Pdt Sherly Umpel STh selaku ketua panitia dalam acara itu.
 
Inspirasi membuat pohon Natal dari sayuran disebutnya datang dari gagasan kaum ibu di jemaatnya untuk menunjukkan ciri khas jemaat Sion Noongan dan wilayah Langowan Kelelondey pada umumnya yang dikenal sebagai salah satu daerah sentra pertanian.
 
"Pohon Natal sayur ini juga punya makna theologis, dimana gereja mengajak jemaat untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat dengan penuh kesederhanaan. Jadi kita juga belajar bahwa tak perlu yang mewah-mewah sehingga terlihat menarik, tapi sesuatu yang sederhana akan terlihat menarik saat dikerjakan dengan kebersamaan dan sukacita," ungkapnya.
 
Ketua WKI Sinode GMIM, Meita Wala disela perayaan Natal, Sabtu (9/12), memuji kreatifitas WKI Sion Noongan yang telah mengkreasikan sebuah pohon Natal unik dari sayuran. "Pohon Natal ini adalah refleksi yang menggambarkan kesederhanaan dalam menyambut Natal. Ini yang Tuhan mau, walau kita hidup berlebihan tapi dalam hidup yang harus mempersiapkan terlebih dahulu adalah hati baru mempersiapkan semua seremonial yang ada," ungkap isteri tercinta pengusaha sukses asal Kakas, Hangky Arthur Gerungan itu. (jackson kewas)

Komentar