Tak Kantongi Izin, Puluhan Tempat Usaha di Manado Ditertibkan


Manado, MS

Pemerintah Kota (Pemkot) Manado akhirnya ‘murka’. Maraknya aktifitas usaha maupun tempat usaha berbau ilegal, jadi pemicu. Menyikapi hal itu, aksi penertiban hingga pemberian efek jerah diberlakukan.

Langkah berani itu digedor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Manado. Dikawal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), aparat kecamatan serta kelurahan, DPM-PTSP menertibkan tempat usaha yang dinilai melanggar aturan. Informasi yang dirangkum media ini, hampir satu bulan menggelar penertiban, total puluhan tempat usaha terjaring. Itu meliputi toko, tempat kos, rumah makan, spa, bakery dan usaha lainnya.

Aksi serupa kembali dilaksanakan, Rabu (26/2) kemarin. Ditemukan masih ada tempat usaha yang disinyalir tidak memiliki izin. Contohnya, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin berusaha, izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), izin Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan ketentuan lainnya.

Sebagai ‘punishment’ dan sanksi moral terhadap pelaku usaha, instansi teknis ini melakukan penempelan stiker atau baliho yang bertuliskan ‘Bangunan Ini Tidak Memiliki Izin’ atau ‘Usaha Ini Tidak Memiliki Izin’.

“Sebelum dilakukan penertiban, pemerintah sudah beberapa kali melakukan pembinaan dengan memberikan teguran kepada pelaku usaha agar segera mengurus izin. Namun, tidak diindahkan. Maka dengan tegas sebagai instansi teknis, maka dilakukanlah penertiban. Jika keberatan dengan penertiban ini, dipersilahkan untuk datang ke kantor dan mengurus izinnya,” tegas Kepala DDM-PTSP Jimmy Rotinsulu, SE MSi melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Kebijakan DPM-PTSP, Steven Runtuwene SSos.

Menurut dia, jika dengan sanksi awal ini masih tidak diindahkan, maka akan ada tindakan tegas lainnya yang akan dilakukan Pemkot Manado. Itu termasuk pemberhentian secara total aktifitas usaha. “Selain itu, bisa saja ada tindakan penyegelan hingga pembongkaran tempat usaha. Makanya, tujuh hari kami berikan waktu untuk menindaklanjuti,” tandas mantan juru bicara Pemkot Manado itu.

Runtuwene menambahkan, pemerintah memberikan peluang sebesar-besarnya bagi investor untuk berusaha di Kota Berdoa. Asalkan, harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Seperti diketahui, pada pelaksanaan penertiban, kemarin, sejumlah tempat usaha berkelas di kawasan Megamas Manado, tak luput dari ‘sengat’ tim gabungan. Seperti, toko Mer 99, Eat Boys hingga salah satu tempat kos di depan Lapangan Megamas.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Pingkan Nuah mengatakan, tindakan tegas pemerintah ini sudah tepat. Ia pun menyarankan untuk terus dilanjutkan. Bagi dia, kewajiban dari setiap pemilik usaha, harus melengkapi setiap dokumen perizinan yang dibutuhkan. "Harus tetap dijalankan secara menyeluruh. Apalagi dalam pengurusan perizinan, akan berimbas pada pendapatan daerah di Kota Manado," pungkas Nuah.(devy kumaat/fiena kaawoan)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors