Fasilitasi Kuliah Perangkat Desa, Pemkab Bolmong Gandeng 2 PT


Komitmen peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) digenjot Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Jajaran di tingkat desa jadi prioritas. Perangkat desa yang ingin kuliah telah difasilitasi melalui perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah dengan sejumlah Perguruan Tinggi (PT).

 

Sejauh ini kerjasama telah dijajaki melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua PT, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Gorontalo dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA)  Bina Taruna Gorontalo. Program besutan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitan perangkat desa. Ada sejumlah poin kerjasama yang tertuang dalam MoU, diantaranya STIM Gorontalo akan memfasilitasi perangkat desa Bolsel untuk melanjutkan jenjang pendidikan, mulai dari jadwal perkuliahan hingga biaya perkuliahan.

Upaya Pemkab Bolmong disambut hangat petinggi kampus. Imam Mashudi SPd MPd selaku Ketua STIM Bisnis Gorontalo didampingi Ketua Program Studi STIA Bina Taruna Gorontalo Frista Iin Wahyuni SE MPd, mengatakan pihaknya akan membantu pemerintah dalam upaya peningkatan kulaitas SDM perangkat desa.

“Jadi bagi perangkat desa yang ingin kuliah di kampus kami, akan diberikan perlakuan khusus. Tidak seperti mahasiswa pada umumnya, karena jadwal kuliah mereka diatur sebaik mungkin, agar tidak bertabrakan dengan tugas-tugas pelayanan mereka yang ada di desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Bolsel Ekafrie Gobel menyampaikan, program kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas perangkat desa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan. “Ketika jenjang pendidikan aparat desa minimal strata satu, maka indeks pembangunan desa akan meningkat menjadi desa maju. Karena aoaratur yang mengelola sudah memiliki latar belakang ilmu yang mumpuni,  sehingga pengelolaan desa juga meningkat,”  ujarnya.

Menurut Ekafrie, untuk mengikuti program ini, tidak serta merta ketika berstatus aparat desa langsung bisa masuk. Tetapi harus mengikuti tes yang nantinya akan diadakan oleh pihak kampus, bekerjasama dengan pemerintah daerah. “Karena program perkuliahan atau peningkatan SDM perangkat desa ini dibiayai oleh APBDes, maka untuk masuk harus dites,  spaya kelihatan yang bersungguh-sungguh,” ujarnya.

Sekedar diketahui, program ini nantinya akan diberlakukan di tahun 2021. Namun, bagi perangkat desa yang sudah ingin melanjutkan jenjang pendidikan sekarang, sudah diberikan kebijakan khusus oleh kampus yang telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah. (Hendra Damopolii)


Komentar