Bupati Dorong Lestarikan Adat dan Budaya Daerah

HUT Kabupaten Talaud Dirayakan Penuh Khusyuk


Laporan: jos tumimbang

Lembar sejarah kembali dibuka Kabupaten Talaud. Bumi Porodisa merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-18. Peringatannya dibuat begitu khusyuk meski di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pemerintah Kabupaten Talaud tetap menggelar upacara HUT ke-18 dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, Kamis (2/7) lalu, di halaman rumah dinas bupati. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L). Sebelumnya, berbagai ritual adat serta doa bersama digelar untuk memaknai perayaan HUT daerah ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L) mengajak semua elemen dan masyarakat Talaud untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sehingga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Filipina boleh membilang usia ke-18 tahun.

“Kita mohon doa dan bimbingan Tuhan agar bisa melaksanakan semua program pembangunan. Tuntutan dan penyertaan Tuhan akan menyertai kita semua, termasuk dalam menjalankan pemerintahan dengan baik dan menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat. Kita percaya Tuhan akan terus bersama dan memberkati Tanah Porodisa tercinta,” ucapnya.

Pemimpin daerah dalam hal ini E2L dan Wakil Bupati Muktar Arunde Parapaga (MAP) terus mengajak masyarakat untuk terus memupuk dan melestarikan ritual adat dan budaya Talaud. “Kita pelihara adat budaya dengan tidak meninggalkan nilai-nilai agama kita masing masing,” ujar E2L diamini MAP.

Adapun Perayaan HUT ke-18 Kabupaten Kepulauan Talaud dalam prosesi adat tersebut disokong penuh Ketua Dewan Adat Kabupaten Talaud Arfan Bawangun. Bawangun mengatakan, perayaan HUT daerah dilaksanakan dalam bingkai kepercayaan atau doa kepada Tuhan, sang pemelihara kehidupan.

“Ritual doa seperti ini perlu dilaksanakan setiap tahun. Karena selain sudah menjadi tradisi kita, acara ritual doa sangatlah penting untuk meminta dan bermohon kepada Tuhan agar setiap program kemasyarakatan dan pembangunan bisa terealisasi,” kata Bawangun.

Senada dengan Bupati, Bawangun juga ingin adat dan budaya tidak ditinggalkan, tapi dikembangkan dan dilestarikan. “Mari wujudkan persatuan, mari bergandengan tangan membangun Taluad yang sama-sama kita cintai,” ajak Bawangun.(*)

 

 

 

 


Komentar