Diduga Cemari Lingkungan, Limbah RS Awaloei Disorot


 

Eksistensi  Rumah Sakit (RS) Awaloei disorot. Masyarakat mengeluhkan adanya dugaan pencemaran lingkungan. Aspirasi itu pun disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

 

Laporan ini diterima Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan. Ia mengatakan, aduan tersebut disampaikan warga di Desa Tateli Satu, Lingkungan Satu, Kabupaten Minahasa. Disampaikannya, limbah cair RS Awaloei dikeluhkan warga setempat karena mengalir di selokan yang melewati rumah warga. Warga setempat yang dialiri limbah cair ini protes dan meminta pihak rumah sakit untuk menggunakan pipa 6 inci membuang limbah yang dihasilkan tersebut. "Warga sudah berupaya melaporkan ke aparat desa setempat, namun RS tidak bergeming," ungkap Pangemanan, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

 

Sebelum RS Awaloei membangun selokan tersebut, tidak ada upaya untuk bertemu warga mensosialisasikan pembuangan limbah tersebut. Meskipun pihak RS mengelaknya dan menyatakan ada persetujuan dari masyarakat. "Mereka tidak melarang limbah dibuang diselokan tersebut, namun mereka meminta untuk menggunakan pipa 6 inci agar limbah tidak akan mencemari lingkungan," tegas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Sulut ini.

 

Dijelaskan Melky, kepala jaga sudah mengakui, pihaknya sudah berupaya menyampaikan ke pihak RS tapi tidak pernah digubris. Saat ini warga meminta secepatnya dipasang pipa sebab RS sudah beroperasi. "Ini akan kita segera menindaklanjuti aduan tersebut, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan solusi atas keluhan warga Desa Tateli Satu, Lingkungan Satu, Kabupaten Minahasa," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar