Tanam Jagung, Setiap KK di Talaud Dapat 1 Juta


Geliat membangun ketahanan pangan di Bumi Porodisa dipacu Bupati dr Elly Engelbert Lasut (E2L). Peningkatan produksi jagung jadi salah satu program prioritas. Untuk mewujudkan tekad itu, strategi sakti pun dikemas. Bantuan dana sebesar Rp 1 juta disiapkan bagi setiap Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kepulauan Talaud yang berkemauan menanam jagung.

Janji itu disampaikan Bupati dalam giat Evaluasi, Optimalisasi Kinerja Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan, di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (23/7) kemarin. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga, Sekda Adolf Binilang, Pejabat Tinggi Pratama, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Talaud.

Bupati pun menerangkan program padat karya yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dengan menanam jagung. "Setiap KK yang menanam jagung akan diberikan subsidi dari dana desa sebesar 1 juta. Itu program padat karya desa," terangnya.

Bupati E2L mewajibkan setiap Kades untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat. "Ada kontribusi khusus dari desa dalam hal membangun ketahanan pangan. Disampaikan KK yang mau membuka lahan menanam jagung, akan diberi dana subsidi. Jagung ini kemudian dikembalikan ke masyarakat. Kami akan bertanggung jawab untuk memasarkan," ucapnya.

Teknis penyaluran bantuan subsidi itu rencananya akan dibagi dalam empat tahap. "Jadi untuk pemberian dana, tahap pertama untuk membuka kebun diberi Rp 250 ribu, tahap kedua penanaman bibit diberi Rp 250 ribu dan kemudian tahap ketiga menjaga dan memelihara diberi Rp 250 ribu, dan saat panen diberi pula Rp 250 ribu,” urainya.

Bupati menegaskan bahwa kontribusi atas hasil nantinya akan dikembalikan ke desa. “Untuk hasil panen diserahkan kepada pemerintah, nanti pemerintah daerah yang pasarkan. Pasti akan disesuaikan dengan harga pasar. Nantinya penjualan dibagi hasil antara desa dan KK," jelas Bupati.

Ia mengharapkan kerja keras dari Kades untuk suksesnya program ini. "Cara yang betul-betul lain daripada yang lain, karena situasi yang berbeda. Kita bangun sektor ekonomi. Tugas saya, wagub dan sekda itu menyediakan pupuk. Kami juga akan mencari kejelasan terkait ketersediaan bibit. Dengan giat ini dapat terlihat juga jiwa entrepreneur kades. Kita coba berhitung, misalnya setiap desa dapat 10 hektar, terus setiap hektar dikali 5 ton, maka akan ada 50 ton per desa. Ini tentu akan menambah pendapatan desa," tandas Bupati.(jos tumimbang)


Komentar