Data Pemilih di Perbatasan Rawan Persoalan, Bawaslu Ingatkan KPU


Warning Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) meletup. Potensi persoalan data pemilih kembali diangkat. Utamanya di wilayah-wilayah perbatasan.

Penegasan itu dilayangkan Ketua Bawaslu Provinsi Sulut, Herwyn Malonda. Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman yang lalu, banyak bermasalah di daerah perbatasan. Di lokasi-lokasi ini sering kali terjadi konflik. “Ya mudah-mudahan sudah diselesaikan mengenai ini,” tegas Malonda, baru-baru ini, di tempat kerjanya.

Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkannya dapat memperhatikan daerah-daerah yang berada di perbatasan. Ini agar tidak lagi terjadi problem seperti yang sebelumnya. “Terkahir kan persoalannya di pemilu (pemilihan umum) serentak 2019,” ujarnya.

Penting menurutnya untuk dilihat, terutama wilayah perbatasan yang di antara dua kabupaten kota, hanya satu melaksanakan pemilihan bupati atau walikota. Masalah data pemilih dinilai sangat rawan terjadi. Maka dari itu perlu adanya antisipasi. “Apalagi daerah perbatasan yang satu pemilihan bupati walikota dan satu daerah tidak ada pemilihan bupati walikota cuma pemilihan gubernur. Itu yang potensi konflik,” kunci Malonda. (arfin tompodung)


Komentar