Satu-Satunya Terbang Langsung SURABAYA – TERNATE – SURABAYA


T E R N A T E – 23 November 2020. Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group hari ini (23/ 11) mulai melayani penerbangan berjadwal secara langsung (non-stop) dari Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur ke Maluku Utara, dengan tujuan Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate (TTE). Dengan demikian, menempatkan Lion Air sebagai maskapai satu-satunya yang saat ini melayani pergi pulang (PP) kedua kota tersebut.

Secara simbolis, terbang perdana dilakukan pengalungan bunga kepada pilot oleh Pelaksana Tugas Sementara General Manager Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara Internasional Juanda, MMA. Indah Preastuty serta pengalungan bunga ke perwakilan penumpang pertama oleh Area Manager Lion Air Group Jawa Timur, Dyfi Suciyati dan Station Manager Lion Air Group Surabaya, Khalid Widodo.

Lion Air penerbangan nomor JT-894 mengudara dari Bandar Udara Internasional Juanda pukul 08.50 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan mendarat mulus di Bandar Udara Sultan Babullah pada 13.15 WIT (Waktu Indonesia Timur, GMT+ 09). Tanda peresmian pelaksanaan perdana disambut berupa penyiraman pada badan pesawat berbentuk lengkungan (water salutte).

Awak pesawat beserta perwakilan manajemen Lion Air berkesempatan untuk mengenal salah satu pintu masuk Maluku Utara ini (airport tour). Keberangkatan dari Ternate, dilakukan dengan serah terima miniatur pesawat kepada Pelaksana Tugas Harian Kepala Bandar Udara Sultan Babullah, Syahril Robert dari Area Manager Lion Air Group Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Irwan.

Pengalungan bunga kepada Capt. Prahandiko Indriatmono dari  Pelaksana Tugas Harian Kepala Bandar Udara Sultan Babullah, Syahril Robert dan kopilot (first officer) Rezha Eka Putra dari Wakil Kepala Bandar Udara Sultan Babullah, Leli. Selain itu, pengalungan kain khas kepada 2 (dua) perwakilan penumpang serta awak kabin: Mega Restanti, Reza Hervina, Eri Wijaya Kusuam, Evi Rahmadani, Sheryl Endah Kumala dari Station Manager Lion Air Group Ternate, Ernawati Hasan.

Lion Air bernomor JT-895 lepas landas dari Bandar Udara Sultan Babullah pada 14.00 WIT dan mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda pukul 14.45 WIB.

Seluruh penerbangan Lion Air dioperasikan sesuai faktor-faktor yang memenuhi keselamatan, keamanan, kenyamanan (safety first) serta sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

Lion Air mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan koordinasi yang baik dari pemerintah daerah, regulator, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, seluruh karyawan Lion Air bersama pihak terkait, sehingga pengoperasian Lion Air terbang perdana dapat berjalan lancar seiring menyediakan layanan terbaik.

Hiburan Gratis Selama Penerbangan

Perjalanan udara dari Surabaya – Ternate dan Ternate – Surabaya berdurasi kurang lebih 3 jam non-stop (waktu di Ternate lebih cepat 2 jam dari Surabaya). Untuk memberikan pengalaman terbang kepada setiap penumpang, Lion Air mengoperasikan salah satu armada generasi terbaru - Boeing 737-800NG (tata letak kursi 3-3 lorong tunggal, kapasitas 189 kelas ekonomi).  Pesawat dilengkapi hiburan (inflight entertainment). Seluruh penumpang dapat menikmatinya secara “cuma-cuma” tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan (extra).

 

Cara mudah mengakses Lion Air Entertainment, pertama, mengubah aturan (setting) ponsel ke mode pesawat atau airplane mode. Kedua, ubah dalam wifi connection pada ponsel dan pilih “Lion Entertainment” di Lion Air. Setelah berhasil, dapat menikmati inflight entertainment Lion Air Group.

Hiburan ini terkoneksi melalui wireless inflight entertainment (W-IFE) dari AirFi (PT Dua Surya Dinamika) yang diakses dari semua ponsel pintar (smartphone), tablet, laptop dengan operating system (OS) - perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya seperti iOS, Android, Windows, BBM, Linux dan lainnya

Penumpang akan mudah menikmati melalui konten-konten yang sudah tersedia seperti beragam film, bermain games, membaca majalah dan masih banyak lagi. Untuk periode ini, hal paling menarik adalah menonton film secara gratis dari genre seperti Indonesia, Hollywood dan jenis film Korea.

Hiburan dengan perangkat gadget/ device masing-masing penumpang dilakukan oleh Lion Air sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 agar penumpang dapat menikmati hiburan yang disajikan dengan nyaman dan aman.

 

Koneksi Penerbangan Lebih Luas Lagi

Rute Surabaya – Ternate – Surabaya memberikan nilai lebih yaitu terbang langsung dan pilihan koneksi penerbangan (connecting flight), menambah konektivitas (saling terhubung) Ternate dan Surabaya serta daerah-daerah lainnya menjadi relatif singkat.

Penumpang dari Jawa Timur terbang dari Bandar Udara Internasional Juanda, setibanya di Ternate dapat melanjutkan penerbangan ke Manado, Tobelo, Galela, Morotai, Buli, Labuha serta kota-kota lainnya.

Ternate adalah kota tujuan domestik ke-24 yang dilayani dari Bandar Udara Internasional Juanda, setelah Ambon, Balikpapan, Tanjung Karang-Lampung, Banjarmasin, Batam, Bali, Jakarta—Soekarno—Hatta, Kendari, Kupang, Makassar, Manado, Lombok, Medan Kualanamu, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkalpinang, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Semarang, Tarakan.

Ternate tujuan Surabaya, menjadikan sebagai kota ketiga yang sudah dilayani Lion Air setelah Ternate – Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Ternate ke Makassar melalui Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan  (UPG).

Tersedianya jadwal penerbangan yang tepat dari Lion Air Group akan memberikan kesempatan bagi penumpang dari Juanda untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi Banyuwangi, Jember, Denpasar, Lombok, Sumbawa, Bima, Labuan Bajo, Ende, Waingapu, Tambolaka, Kupang, Alor, Semarang, Solo, Yogyakarta Adisutjipto, Bandung, Jakarta (Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma), Tanjung Karang-Lampung, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang, Padang, Medan Banda Aceh, Pontianak, Ketapang, Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, Samarinda, Berau, Balikpapan, Banjarmasin, Kotabaru, Tarakan, Makassar, Mamuju, Palu, Kendari, Wangi-Wangi, Morowali, Gorontalo, Luwuk, Manado, Sorong, Manokwari, Jayapura, Timika, Ambon, Merauke dan kota popular yang lain.

 

 

 

Ketersediaan jadwal penerbangan tersebut adalah fokus utama Lion Air dalam menjawab permintaan para penumpang antardestinasi di segmen dalam negeri, upaya meningkatkan tren permintaan perjalanan udara serta mengembalikan kepercayaan publik bahwa terbang itu aman. Rute terbaru Surabaya – Ternate – Surabaya menjadi bagian pengembangan pasar Lion Air di Indonesia, sejalan  membantu percepatan pemulihan perekonomian daerah dan nasional.

Pembukaan rute ke Surabaya – Ternate – Surabaya  merupakan keseriusan Lion Air dalam mengakomodir kebutuhan layanan penerbangan serta mendukung program pemerintah dalam menggeliatkan pariwisata dan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Rute baru ini merupakan kelanjutan dari pengembangan bisnis Lion Air wilayah domestik, Lion Air kembali menerbangi rute Balikpapan ke Bandung, Jawa Barat melalui Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (BDO) dari Medan, Palembang, Pekanbaru, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Denpasar serta Balikpapan – Berau – Balikpapan. Harapan mendatang, Lion Air akan terus membuka rute-rute lainnya secara bertahap.

 

Sistem Udara Terjaga Baik

Seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter bekerja efektif dengan tingkat 99,9+% menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur sebelum udara kembali didistribusikan (sirkulasi) ke kabin.

Peningkatan kegiatan kebersihan dan sterilisasi pesawat udara Lion Air secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) yang dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air berada.

Kesungguhan Lion Air dalam rangka untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pada penumpang, awak pesawat, teknisi, petugas layanan darat (ground handling) serta karyawan lainnya yang terkait, dalam pelaksanaan operasional penerbangan yang memenuhi unsur-unsur sebagai upaya tidak menyebabkan penyebaran virus termasuk Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (yaziin solichin)


Komentar