Angka Kasus Pelecehan Anak di Sitaro Menurun


Siau, MS

Angka pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Kepulauan Sitaro mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), terhitung per Mei 2021, hanya ada 5 kasus.

Hal ini jauh berbeda dengan data pada Tahun 2020, yakni sebanyak 19 kasus. “Ya, untuk tahun ini, per Mei 2021, tercatat lima kasus pelecehan seksual terhadap anak. Semoga jumlah ini tidak akan bertambah sampai akhir tahun,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan Penanganan Kekerasan Perempaun dan Anak, Cynthia O Ampouw SE Ak.

Dijelaskannya, jumlah pelecehan seksual terhadap anak Tahun 2019 sebanyak enam kasus. Tahun 2020, naik menjadi 19 kasus. Di Tahun 2021, turun menjadi lima kasus. Namun demikian, pihaknya berharap, jumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak sampai di akhir tahun ini, tetap seperti itu.

Terkait itu lanjutnya, sangat diperlukan kerja sama para orangtua untuk senantiasa dapat mengawasi anak-anak. Apalagi, di kondisi pandemi saat ini, aktifitas anak-anak paling banyak di rumah. "Kita berharap, kasus-kasus seperti ini akan semakin berkurang di Kabupaten Kepulauan Sitaro," asa Ampouw.

Kepala DP3AP2KB Kepulauan Sitaro, dr Ria M Papalapu MKes menambahkan, demi menekan angka pelecehan seksual, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. Sasarannya mengarah ke sekolah-sekolah. Poin krusial, yaitu pentingnya menjaga diri sebagai perempuan agar tidak terjadi kasus pelecehan seksual.

Dipaparkan dia, saat ini sudah ada forum anak daerah (FAD). Dimana, mereka (FAD-red) yang akan menjadi pelopor, pelapor dan menyosialisasikan ke anak-anak lainnya. Pun hal ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus serupa.

“Jadi, wadah itu (FAD-red) yang dipakai untuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan kepada teman-teman mereka. Sebab, kalau sesama mereka (anak-anak-red) maka akan lebih mudah dipahami dan dimengerti. Apalagi mereka kan seumuran. Takutnya, akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kadang, kan anak-anak tidak tahu, bahkan menganggap enteng hal tersebut. Kami berharap, dengan adanya forum anak daerah ini, angka pelecehan seksual kepada anak dapat berkurang,” kuncinya.(haman)


Komentar

Populer Hari ini






Sponsors

Daerah

Sponsors