RS Kitawaya ‘Senyap’, Pemprov Sulut Diingatkan


SOROTAN menyasar bangunan Rumah Sakit (RS) Lapangan Darurat Covid-19 Kitawaya. Pasca diresmikan, fasilitas kesehatan tersebut seperti tidak maksimal difungsikan. Padahal kondisi kasus virus corona di Sulawesi Utara (Sulut) sedang menanjak.

Sorotan tajam itu disampaikan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Braien Waworuntu. Dirinya mempertanyakan tidak difungsikannya dengan baik bangunan RS Kitawaya. Paling banyak pasien dibawa ke Balai Pelatihan Kesehatan (Baplkes) Manado di Malalayang. "Ini kan kasus covid bertambah, kenapa RS Kitawaya kelihatan seperti tidak dipakai," sebut Waworuntu, akhir pekan lalu.

Padahal menurutnya, anggaran yang telah dipakai untuk memoles gedung tersebut menelan jumlah yang sangat besar. Maka dari itu, menurut dia, RS ini sebaiknya digunakan semaksimal mungkin. "Jadi Pemerintah Provinsi Sulut sebaiknya memanfaatkan bangunan tersebut yang telah menelan anggaran sekian besar," tandas politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Lanjut dia, jika sudah dibangun harus digunakan sebaik-baiknya. Pemanfaatannya diharapkan se-efektif dan se-efisien mungkin bagi penanganan Covid-19. "Pertanyaannya kenapa tidak digunakan. Kalau tidak digunakan maka mubazir. Padahal sudah menelan anggaran yang cukup besar," tegasnya.

Meski begitu, Waworuntu mengapresiasi langkah yang sudah diambil Pemprov Sulut untuk memperketat pintu masuk di Sulut. Salah satunya wajib Tes Swab PCR bagi pelaku perjalanan dari luar dan dalam negeri yang ingin masuk Sulut lewat penerbangan maupun pelabuhan. "Namun untuk sekarang ini penambahan kasus covid di daerah ini cukup signifikan. Sekiranya pengambilan langkah dan kebijakan pemerintah untuk sekarang ini dituntut harus tepat dan cermat,” jelas anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa-Tomohon.(arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors