Pelajar Asal Desa Kilometer Tiga Terpaksa Belajar Daring di Gunung

Tidak Ada Jaringan Internet


Amurang, MS

Para pelajar di Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) benar-benar kesulitan belajar melalui sistem dalam jaringan (daring). Tak adanya akses jaringan internet di desa tersebut, jadi kendala. Namun, hal ini tak jadi penghalang semangat para tunas bangsa untuk mengenyam pendidikan.

Mereka harus menjelajah daerah sekitar meskipun harus berada di perbukitan. Alasannya, jaringan internet baru bisa diakses manakala mereka berada di lokasi ketinggian, seperti perkebunan dan hutan.

Terlebih, saat ini ditengah pandemi Covid-19, penerapan PPKM berimbas terhadap dunia pendidikan, dimana siswa diwajibkan untuk mengikuti pelaksaan belajar daring dari rumah. Mau tak mau, mereka pun berbondong-bondong mencari jaringan internet meski harus ke puncak gunung/perbukitan. Memiriskan.

Menyadari hal ini, beberapa siswa yang melakukan daring di atas gunung, menyampaikan kepada pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten agar memperhatikan para masyarakat,  lebih khusus bagi para siswa siswi yang selalu melakukan belajar daring dengan dukungan jaringan internet.

Warga setempat pun memberikan responnya. Mereka meminta pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel untuk menyikapinya. Bupati Minsel Frangky Wongkar melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), DR Fietber Raco SPd MSi saat dikonfirmasi wartawan, mengakui kesulitan jaringan internet di Desa Kilometer Tiga.

"Memang ada siswa yang sampai datang ke tempat yang ada internet untuk belajar. Karena memang handphone berbasis android baru dapat mengakses jaringan internet, di lokasi-lokasi tertentu," tuturnya, beberapa hari lalu.

Disatu sisi, Asisten I Sekretaris Kabupaten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Franky Tangkere mengatakan, pemkab tidak menutup mata dengan persoalan tersebut.(david masengi)

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors