2022, Sulut Sambut Era Transformasi Digitalisasi




Manado, MS
Sulawesi Utara (Sulut) siap era Transformasi Digitalisasi. Hal iti mulai diwujudkan dengan dihelatnya North Sulawesi Digital Transformation Workshop , bertajuk "Innovation Driven Enterprise".

Iven nasional yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) provinsi. Kegiatan ini juga didukung Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulut dan Jaringan Anak Milenial (JAM) Sulut Hebat, berlangsung secara daring dan terpusat di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Selasa (28/12).

Iven yang sarat pengetahuan tentang transformasi digital ini menghadirkan pembicara internasional dan diikuti antusias para peserta dari berbagai kalangan. 

Adapun mereka yang berbagi ilmu yakni Toronata Tambun - Alumni of Havard Business School and Allfiliated - Alumni of MIT Sloan of School Management 

Kemudian, Christ Ngantung - Pakar IT & Transformasi Digital Service Portofolio Management at Ericsson Stockholm Swedia - STT Telkom. Lalu, Ginandjar - Marketing & Solutions Direktor Lintasarta. 

Toro, sapaan akrab Toronata Tambun menerangkan beberapa hal penting. Yakni, kepastian, kata Toro, ialah perubahan itu sendiri. Selain kematian dan pajak. Selanjutnya, dia menyentil tentang innovation, invention Commercialization. 

"Jangan latah valuasi. Tapi value buat banyak orang. Tidak didrive oleh cinta akan uang. Sila kelima Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," bebernya. 

Di sisi lain, dia menegaskan digital bukan digtization. Bukan platform, bukan apps. 

"Gali dan kerahkan regional cluster innovation economic ecosystem yang berpivot ke paying costumers, bukan melulu product," kuncinya sembari menyampaikan selamat menyabut industri 3.0 untuk Sulawesi Utara. 

Sementara materi Chris Ngantung fokus tentang teknologi. Pakar Iinformasi dan Teknologi (IT) bercerita soal konsep digitalisasi masa depan yang lebih memudahkan manusia. 

Menjabat sebagai Managemen at Ericsson Stockholm Swedia, Christ menuturkan bahwa era digitalisasi masa mendatang membuat semua orang bisa melakukan sesuatu dari mana saja. 

Bahkan tanpa bertemu individu satu dengan yang lain. “Misalnya mau berobat, tidak harus bertemu dokter lagi. Kita tinggal booking dan video call dengan dokter. Kemudian menerima resep yang sudah terintegrasi dengan apotek,” terang Ngantung. 

Ia juga menceritakan pengalamannya di Swedia dan beberapa negara Eropa lainnya yang kini tidak lagi memprioritaskan dana cash. 

Di sana, lanjut Chris, terdapat berbagai aplikasi uang elektronik sehingga proses transaksi tidak lagi harus bersentuhan. 

“Indonesia juga sudah banyak. Ada gopay, ovo dan sebagainya. Jadi semua akan seperti itu nantinya,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Gubernur  Olly Dondokambey yang diwakili Kepala DKIPS Daerah, Evans Steven Liow menyambut positif kegiatan karena relevan dengan kondisi kekinian. 

Menurutnya, transformasi digital telah memperluas pasar dengan menciptakan peluang ekonomi baru. 

“Pemerintah terus meningkatkan sumber daya dan meningkatkan tekonologi yang ada. 2022 menjadi momentum digitalisasi di segala bidang,” tegas Liow. 

Lanjut Liow, kini yang menjadi tantangan adalah perluasan dan adaptasi konsep digital merata kepada publik agar masyarakat menjadi siap. 

Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir. 

“Kita berharap dengan pemantapan transformasi digital dapat mendorong inovasi dalam menunjang ekonomi masyarakat,” tandasnya. 

Turut hadir, Ketua JAM Sulut Fabian Josua Liow, melalui daring Ketua KADIN Sulut Rio Dondokambey serta para peserta. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors