PTM Terbatas, SMKN 1 Manado Gunakan Peduli Lindungi




Manado, MS
SMK Negeri 1 Manado telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Kepala Sekolah SMKN 1 Manado, Drs Jenner R Rumerung, PTM dijalankan sesuai dengan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Grace Punuh, diantaranya yakni sekolah harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat, menerapkan 6M,  yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, Menghindari makan bersama. Dan wajib cek in aplikasi Peduli Lindungi.

“Jadi, ketika masuk sekolah siswa akan melakukan cek in, kemudian ada 4 warna lampu yang menyatakan apakah siswa tersebut bisa masuk ke kelas atau tidak, yakni ada lampu hijau, kuning, merah dan hitam. Jadi jika lampu hijau maka siswa dapat memasuki area sekolah mengikuti PTM, berarti siswa minimal sudah vaksin dua kali, lampu kuning juga siswa bisa mengikuti PTM dengan indikasi vaksin baru 1 kali, kalau lampu nyalanya merah maka siswa tidak bisa masuk karena belum di vaksin, lampuhitam juga siswa belum diperbolehkan masuk untuk PTM,” papar Rumerung, sembari mengatakan, dari 1000an siswa, sekitar 100 orang siswa belum di vaksin karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

PTM 100 persen yang dimulai Senin (10/1/22) kemarin ini, menurut Rumerung diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, namun lebih di prioritaskan untuk kelas XII, dengan pembagian sesi.
Yakni, hari Senin untuk kelas X dan XII, Selasa untuk kelas XI dan XII, Rabu balik lagi seperti hari Senin dan seterusnya.

“Kami prioritaskan untuk kelas XII karena mereka akan memasuki ujian akhir. Dan pembagian sesi ini akan diterapkan 1 bulan, karena mulai bulan depan (Februari) yang akan masuk terus yakni kelas X dan XII, karena siswa kelas XI akan turun untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Dunia Usaha Dunia Industri (DuDi),” terang Rumerung.

Rumerung juga mengungkapkan bahwa dalam 3 hari ini PTM 100 persen di sekolah yang dipimpinnya masih dalam proses penyesuaian.

“Setelah itu kami akan lebih ketat lagi, karena tiga hari ini masih termasuk dalam sosialisasi,” terangnya.

Selain menerapkan Prokes ketat, Rumerung juga mengatakan bahwa di SMKN 1 Manado telah dibentuk Tim Covid 19.

“Kami sudah bentuk tim covid 19 yang terdiri dari petugas UKS/PMR dan juga  melibatkan komite (ortu). Diharapkan dengan adanya tim covid 19, PTM 100 persen di SMKN 1 Manado bisa berjalan dengan maksimal,” tandas Rumerung. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors