Disbudpar Tinjau Kondisi Waruga Toar Lumimuut di Palamba

Tumundo : Minahasa Punya 34 Cagar Budaya


Tondano, MS

Minahasa saat ini memiliki sejumlah aset budaya yang bernilai historis tinggi. Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa mencatat ada 34 cagar budaya yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Malesung. Salah satunya Waruga Toar Lumimuut di Desa Palamba, Kecamatan Langowan Selatan.

Situs warisan leluhur yang diyakini merupakan makam nenek moyang tou Minahasa itu dikunjungi oleh jajaran Disbudpar Minahasa, Selasa (12/2). "Kami mendatangi lokasi cagar budaya waruga Toar Lumimuut ini untuk melihat bagaimana kondisinya, sebab ini adalah situs budaya leluhur yang punya nilai historis tinggi, khususnya terkait asal usul tou Minahasa," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo, usai mengunjungi lokasi cagar budaya tersebut.

Diakui, peninjauan ini sekaligus untuk menjawab aspirasi yang disampaikan masyarakat sekitar. Meski menurut Tumundo, Waruga Toar Lumimuut di Desa Palamba Langowan ini masuk dalam objek pemeliharaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Kemendikbud Wilayah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) yang berkedudukan di Provinsi Gorontalo.

"Sempat ada aspirasi masyarakat bahwa cagar budaya ini kondisinya tak terurus, makanya kami datang langsung meninjau ke lokasi meski pemeliharaannya menjadi tanggung jawab balai pelestarian cagar budaya Kemendikbud di Gorontalo. Nanti hasil peninjauan ini kami teruskan ke pihak balai," kata Tumundo.

Selain cagar budaya Waruga Toar Lumimuut, ada puluhan situs bersejarah lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Minahasa. "Cagar Budaya ini berupa waruga, loji dan bangunan tua lainnya yang sudah mendapat pengakuan dari balai pelestarian cagar budaya Kemendikbud," paparnya.

Namun diakui Tumundo, belum semua Cagar Budaya di Minahasa sudah terdata. "Tahun ini ada program pendataan lagi. Selain itu, ada juga pendaftaran cagar budaya ke pihak balai pelestarian cagar budaya. Intinya pendafataran itu terkait status lahan dan sejarah dari objek cagar budaya itu sendiri," bebernya.

Sementara ditanya soal bantuan pemeliharaan Cagar Budaya yang ada di Minahasa, Tumundo menjelaskan bahwa perawatan situs peninggalan nenek moyang orang Minahasa ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya Kemendikbud. "Ada jupel (juru pelihara) yang ditugaskan pihak balai untuk mengurus beberapa cagar budaya yang ada di Minahasa, dan mereka (jupel, red) diberikan honor," jelasnya. (jackson kewas)


Komentar