Penerima Program Sambungan Air Gratis Mulai Disurvei


Tondano, MS

Program pemasangan sambungan air minum gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Minahasa masuk tahap survei. Petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mendatangi langsung rumah warga yang sebelumnya didata dan memenuhi kriteria sebagai penerima program ini.

Direktur Utama PDAM Minahasa Drs Arnold Winowatan mengatakan, dalam tahap survei ini tiap rumah warga yang bersyarat jadi penerima langsung ditempeli stiker oleh petugas survei. "Stiker itu sebagai tanda agar saat pemasangan sambungan air nanti petugas kita tidak salah," ujarnya, Selasa (11/6).

Winowatan menjelaskan, anggaran untuk program instalasi air bersih gratis ini dibiayai oleh pemerintah pusat dan hanya dikhususkan bagi masyarakat yang penghasilannya di bawah. "Jadi program ini pelaksanaannya tahun 2019 ini dengan total anggaran sebesar 5 Miliar dari pemerintah pusat. Tapi kan yang namanya anggaran dari pusat proses pencairannya butuh waktu, jadi untuk sementara ini dipinjam dulu dari kas daerah Pemkab Minahasa melalui APBD dan akan diganti saat dana dari pusat dicairkan. Sehingga saat ini programnya sudah mulai berjalan," paparnya.

Program pemasangan sambungan air minum gratis ini, lanjut dia, difokuskan di 7 kecamatan, masing-masing di kecamatan Kakas, Remboken, Sonder, Tombariri dan 4 kecamatan se-Tondano Raya. Adapun jumlah instalasi yang akan dipasang sebesar 1.700-an sambungan.

"Untuk 7 kecamatan dipilih sesuai kriteria program ini, salah satunya daerah yang pemukimannya harus dekat dengan sumber air minum," jelas Winowatan.

Akan tetapi, ditegaskannya bahwa bukan berarti MBR ini gratis untuk penggunaan air bersih. Keluarga penerima tetap harus membayar biaya pemakaian atau retribusi per bulannya. “Program ini memang untuk pemasangan sambungan gratis, tapi untuk retribusi per bulannya tetap dibayar oleh pelanggan yang bersangkutan, malahan diwajibkan membayar dua bulan awal, bulan ketiga sudah membayar normal per bulan,” terang Winowatan.

Berdasarkan data tahun 2018 di PDAM Minahasa, ada sebanyak 20 ribu lebih sambungan rumah yang terdaftar, namun yang aktif dan membayar retribusi di PDAM setelah DPKP mengevaluasi, hany sekitar 10 ribu pelanggan, dan sisanya tidak aktif dengan berbagai alasan. “Kita targetkan, semua sambungan ke rumah-rumah pelanggan yang sudah tidak akan diaktifkan kembali. Kemudian kami juga akan terus menertibkan sambungan-sambungan liar dan memasukkan dalam program MBR ini,” pungkas Winowatan. (jackson kewas)


Komentar