ASITA: Pengelolah Lain Bisa Masuk, Kami Mundur


Manado, MS

Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Merry Karouwan, secara sigap menyikapi kondisi street food cafe yang dikelola dengan merencanakan mengundurkan diri jika ada pengelolah lain ingin masuk.

 

Hal ini menurutnya, saat menanggapi penyampaian-penyampaian dalam hearing dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Selasa (11/6) lalu.

Bukan itu saja, ada penyampaian tak pro aktif mereka dapatkan saat itu pula.

 

"Sejauh ini, ASITA memakai dana sendiri sebagai modal, dan yang diberikan Pemkot (Pemerintah Kota) Manado berupa lokasi saja," kata Karaouwan saat itu.

 

Lanjutnya, setelah diberikan tempat, segala keperluan berkenaan dengan pengeluaran sepenuhnya dikucurkan mereka. Itu pun tanpa sponsor.

 

Dalam hearing, terungkap permintaan soal pajak dan retribusi di area untuk bersantai. Penyampaian tersebut oleh dia mendapat tanggapan positif dan bisa menyanggupinya, asalkan melihat aspek-aspek dari pemerintah sendiri, misalkan promosi.

 

Pasalnya, sejak dibuka lalu, keadaan di lokasi tepatnya di ‘Koenya-koenya’ terlihat sepi, hanya di waktu-waktu tertentu saja.

Dia pun menyayangkan sejumlah benturan yang sudah pihaknya terima dalam beberapa bulan tersebut.

 

Padahal, adanya lokasi tersebut berdasarkan persetujuan Walikota Manado dan dari arahan tersebut pihaknya bersedia menjalankan.

Tambahnya, tempat kongkow terlebih pada malam hari itu ingin mereka ciptakan sebagai lokasi nyaman dan aman.

"Kami bersedia berhenti, seandainya ada pengelola jasa wisata kuliner akan didatangi," ungkapnya. (devy kumaat)


Komentar