Gubernur Tampik Tudingan Bicara Politik di Mimbar


Nada miring menyasar Olly Dondokambey. Meletup cuitan di media sosial (medsos), Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) memanfaatkan mimbar gereja untuk bicara soal politik. Tudingan itu langsung ditepis.

 

Gubernur melalui Kepala Bagian Humas Setdaprov Sulut, Christian Iroth SSTP, dengan tegas membantah. Menurutnya, ada sejumlah poin penting yang perlu diluruskan. Gubernur tidak melakukan apa yang dituduhkan. Bahkan kalau hal itu dibarengi dengan beredarnya video yang kemudian dishare secara tidak utuh, maka sesungguhnya hal itu hanya mengarah ke fitnah.

 

“Saya sudah melihat video yang beredar (di medsos) dengan menggiring bahwa Pak Gubernur berbicara politik di gereja, yang topiknya terkait pelantikan bupati dan wakil bupati Talaud. Nah, harusnya video dishare secara utuh dan jangan dipotong-potong supaya masyarakat mengerti kenapa Gubernur mengangkat hal tersebut,” ungkap Iroth yang menyayangkan hal tersebut.

 

Dijelaskan, Gubernur Olly sempat menyentil kasus tersebut sebenarnya hanyalah sebagai salah satu contoh isu yang viral di media, yang menguras energi dan berpotensi negatif bagi masyarakat.

 

“Jadi sebagai pemerintah, Pak Gubernur hanya mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk warga gereja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab dampaknya sangat berpengaruh terhadap kehidupan, karena sarat dengan berita bohong atau hoax,” tukasnya.

 

Iroth menegaskan, Gubernur Olly  setiap menyampaikan sambutan lebih memprioritaskan pembahasan program yang direalisasikan.

 

“Apakah ada yang salah ketika Pak Gubernur berdiri di mimbar dan menyampaikan sambutan terkait program, kegiatan, sinergitas antara pemerintah dan gereja atau berbagai imbauan? Hal ini sering dilakukan pemerintah ketika diundang menyampaikan sambutan pada acara-acara gereja ataupun di luar gereja. Tujuannya adalah ingin menunjukkan bahwa pemerintah bersama masyarakat, termasuk juga warga gereja,” beber Iroth sembari menambahkan bahwa dalam menjalankan pemerintahan memang tidak dapat dipungkiri ada unsur like and dislike.

 

“Jangan karena tidak suka dengan kepemimpinan OD-SK kemudian menggiring opini buruk dan tidak patut ke masyarakat. Atau ke arah fitnah. Mari torang berdamai dengan semua untuk menjadikan Sulut semakin hebat ke depan,” kuncinya. (sonny dinar)


Komentar