Pemuda Sulut Ditantang Perangi Radikalisme

Meletup Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda


Manado, MS

Nyali kaum pemuda di tanah Nyiur Melambai ditantang. Ajakan untuk memerangi paham radikalisme yang kini kian merebak dan meneror keutuhan bangsa, jadi pelecut. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati untuk dipertahankan. Pemuda pun terpanggil untuk bersatu dan rapatkan barisan.

Pesan itu tersirat dalam momentum upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 di Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar serentak di masing-masing daerah, Senin (28/10) kemarin. Pemerintah menilai peran pemuda sangat dibutuhkan untuk membendung radikalisme serta paham-paham negatif lainnya yang kian meluas.

“Perkembangan dunia saat ini memiliki dampak negatif. Informasi yang bersifat destruktif mulai dari radikalisme, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga terorisme bisa masuk dengan mudahnya. Untuk itu para pemuda harus dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dengan menunjukkan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara," cetus Wakil Bupati Jocke Legi disela upacara Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kemarin.

Hal yang sama diserukan Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow pada pelaksanaan upacara serupa didaerahnya. Dia menyebut pemuda yang memiliki karakter tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas, dan tuntas.

"Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara dan juga harapan bagi dunia. Jadi mari kita bersama melawan segala bentuk upaya yang akan merongrong persatuan bangsa, diantaranya bahaya radikalisme dan terorisme. Peran pemuda sangat dibutuhkan negara," tandas Yasti.

Pada kesempatan yang lain, Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban SE, M.Si mengingatkan tugas pemuda yaitu harus maju dan berani menaklukan dunia, mampu bersaing dalam hal positif, merespon kemajuan dengan kreatif, menghargai keluhuran dan perjuangan generasi sebelumnya

"Harus sanggup membuka pandangan keluar dari batas-batas tembok kekinian dunia demi menyonsong masa depan yang lebih baik dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia," kata Lomban.

Semangat yang sama meletup di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Bupati Boltim Sehan Salim Landjar mengingatkan pemuda bahwa negara membutuhkan peran semua elemen, dan tugas pemuda adalah membendung berbagai upaya yang hendak merongrong NKRI.

Paham radikalisme dan terorisme dinilai mudah menyusup dari media sosial. Untuk itu para pemuda diingatkan agar mampu memilah informasi yang berkembang.

"Diharapkan juga peran para guru untuk mengawasi anak didik dalam menggunakan media sosial. Saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia, terutama pemuda dari boltim," ujar Landjar.

"Selamat hari Sumpah Pemuda yang ke-91, semoga melalui peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan kita," tandasnya.

Diketahui, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun ini yaitu "Bersatu Kita Maju".(tim ms)


Komentar