Jokowi (Kembali) Kunjungi Sulut


PESONA Nyiur Melambai kembali memikat Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dipastikan akan menyambangi Sulawesi Utara (Sulut). Iven akbar Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN Revmen) Indonesia yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, jadi pemikat.

Kepastian kehadiran orang nomor satu di bumi Nusantara ini mencuat dalam rapat koordinasi (Rakor) di Ruang FJ Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (19/10). Rapat tersebut dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan PKN Revmen sekaligus penyambutan Presiden Jokowi serta sekira 15 ribu orang termasuk gubernur, walikota dan bupati se-Indonesia.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, terpantau mengkoordiner laporan masing-masing panitia mengenai progres persiapan termasuk sarana dan prasarana hingga langkah antisipasi.

Silangen pun memastikan pelaksanaan iven akbar itu akan diselenggarakan di Kawasan KONI Lapangan Wolter Monginsidi Manado pada 26 hingga 28 Oktober 2019. "Dengan bekal kita sebagai tuan rumah Harganas yang lalu, dimana kita mendapat apresiasi. Terutama dalam pelayanan akomodasi dan transportasi yang banyak menuai pujian. Saya kira kita sudah punya modal untuk menyukseskan kembali acara nasional seperti pekan revolusi mental ini," terang Silangen.

Dia berharap agar semua panitia dapat menjalankan koordinasi dan fungsi tugas dengan baik.  "Acara ini hanya dapat berlangsung sukses apabila kita semua bergotong royong. Semoga Tuhan selalu memberikan kita kesehatan dan memberkati kerja keras kita semua agar acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Indonesia ini dapat berlangsung lancar dan sukses," kunci Silangen.

Diketahui, PKN Revmen Indonesia tahun 2018 mengangkat tema ‘Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani’. Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyemarakan gerakan revolusi mental yakni Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih (9 Oktober), Gerakan Indonesia Tertib (18 Oktober), Gerakan Indonesia Mandiri (19 Oktober) dan Gerakan Indonesia Bersatu (20 Oktober).

Sementara itu, acara puncak pada tangal 26-28 Oktober diagendakan forum dialog bela negara, forum dialog pembaruan kebangsaan, pembukaan PKN-Revmen, pemutaran film dan bedah film, seminar tentang ada dan kepercayaan, rembuk nasional (5 gerakan), pameran inovasi pelayanan publik dan inovasi kreatif anak bangsa, pementasan seni dan budaya daerah dan kontemporer serta karnaval budaya.(sonny dinar)


Komentar