Narasumber Pada DKT, Jenner Rumerung Wakili SMK se-Indonesia


Manado, MS
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Manado Drs Jenner Rein Rumerung dipercayakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia (RI), untuk menjadi Narasumber pada Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Penguatan Sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Bidang Pendidikan Tahap II.

Acara nasional ini jadi kebanggaan karena Rumerung satu-satunya Kepala Sekolah (Kepsek) mewakili SMK se-Indonesia, pada acara tersebut.

Dikatakan dia, merujuk dari undangan dari Kemdikbudristek RI, acara tersebut dalam rangka mendukung Kegiatan Prioritas (KP-1) Revolusi Mental dalam Sistem Pendidikan, Proyek Prioritas (ProP-1) Pengembangan Budaya Belajar dalam Lingkungan Sekolah yang Menyenangkan dan Bebas dari Kekerasan dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. 

"Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kemendikbudristek berkomitmen untuk mewujudkan SDM (sumber daya manusia) unggul yang menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, dan budi pekerti melalui salah satunya dengan sistem dan lingkungan pendidikan yang melindungi setiap anak dari kekerasan," katanya, Selasa (8/3).

Lanjutnya, prioritas Kemendikbudristek dalam mencegah dan memerangi "Tiga Dosa Besar Pendidikan" (perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi) melalui intervensi kebijakan yang mampu memandu segenap ekosistem pendidikan agar dapat secara adaptif, responsif, dan strategis merancang program serta melaksanakan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. 

"Kemendikburistek memandang perlu sekali melakukan revisi Peraturan Menteri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan," terangnya.

"Berkenaan dengan hal tersebut, saya diundang hadir secara daring (virtual zoom) sebagai Narasumber dalam Kegiatan DKT (Diskusi Kelompok Terpumpun) Penguatan Sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Bidang Pendidikan Tahap II," ujarnya, dan menambahkan acara tersebut akan dilaksanakan pada, Rabu (9/3).

Adapun daftar nama-nama Narasumber pada Kegiatan itu, Rahmi Yunita, (orang tua peserta didik jenjang SMA). Hasbiyah, (orang tua peserta didik jenjang SMP). Nini, (orang tua anak disabilitas/POTADS: Persatuan Orang tua Anak dengan Down Syndrome). Eka, (orang tua dan aktivis/KERLIP: Keluarga Peduli Pendidikan). Drs  Agus Mulyawan, (Ketua IGPKhI: Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia). Wahyuniar Yusuf, (Guru SMPN 4 Pinrang, Sulsel). 

Jenner Rein Rumerung, (Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Manado). Yuliana Dewi Ramat, S.Pd., (Guru SD Inpres Babau). Dr. Ratna Budiarti, M. Biomed, (Kepala Sekolah SMAN 70 Jakarta). Hj. Baiq Husnul Faizah, S.Pd., (Guru SMAN 1 Praya, NTB). Irwanto Paerunan, (Kepala Sekolah SLB Negeri Pembina Provinsi Papua). Hadyanna P. Rahayu, (SPINMOTION: Single Parents Indonesia in Motion). Poppy Dihardjo, (Pendiri Perempuan Tanpa Stigma) Tuti Sukarni, (Ketua IBKS: Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah). Wiwik Budiasih, (Guru SDN Pondok Kacang Barat 03). Rinaldi, (orang tua siswa).

"Tujuan kegiatan DKT Penguatan Sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Bidang Pendidikan Tahap Il untuk, menggali pengalaman terkait implementasi Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 di tingkat nasional maupun daerah. Termasuk peluang, tantangan, dan praktik baik dan menggali kebutuhan mengenai area perbaikan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 baik secara regulasi maupun implementasi. Termasuk rekomendasi kebijakan dan implementasi baik di tingkat pusat dan daerah" pungkasnya. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors


Mail Hosting