Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Rapat Paripurna HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Tomohon


Tomohon, MS

Walikota Tomohon, Caroll Senduk SH, bersama Wakil Walikota Sendy G A Rumajar SE MI Kom, menghadiri rapat paripurna yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Tomohon dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPRD, Forkopimda, jajaran pemerintah kota, pejuang kemerdekaan, dan insan pers.

Pembukaan rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Ferdinand Mono Turang S.Sos, didampingi Wakil Ketua DPRD Donald Pondaag dan Jefry Polii. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan refleksi perjalanan bangsa Indonesia sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga kepemimpinan saat ini. Ia menegaskan bahwa tujuan utama kemerdekaan adalah untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan, serta mewujudkan bangsa yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur sesuai amanat UUD 1945.

Presiden menyoroti keberhasilan transisi kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke pemerintahannya yang berjalan lancar dan penuh persatuan, diakui dunia internasional. “Kita menganut demokrasi khas Indonesia, demokrasi yang mempersatukan, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

Di bidang pemberantasan korupsi, Presiden menyatakan bahwa meski masih menjadi tantangan besar, pemerintahannya telah mengamankan Rp300 triliun anggaran dari potensi penyalahgunaan, seperti pos perjalanan dinas dan pengadaan, untuk dialokasikan ke program-program yang langsung dirasakan masyarakat.

Dalam bidang ekonomi, Presiden menegaskan komitmen menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten, dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 sebesar 5,12%, realisasi investasi semester pertama mencapai Rp942 triliun—naik 13,6% dari tahun sebelumnya—serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang.

Program-program strategis yang diusung pemerintah turut disampaikan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 20 juta penerima, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui. Program ini menciptakan 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi, melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM, serta menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru.

Di bidang ketahanan pangan, pemerintah membuka 2 juta hektar sawah baru, menaikkan harga beli gabah menjadi Rp6.500 per kg, dan berhasil meningkatkan stok beras nasional hingga lebih dari 4 juta ton—tertinggi dalam sejarah. Indonesia juga kembali mengekspor beras dan jagung untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun. Presiden menegaskan larangan praktik penimbunan barang pokok dan mengumumkan kebijakan izin khusus bagi usaha penggilingan beras skala besar yang dikelola BUMN/BUMD.

Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui pembangunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pembangunan 100 Sekolah Rakyat, renovasi rumah tidak layak huni, serta peningkatan kuota fasilitas pembiayaan rumah subsidi (FLPP) dan Tapera.

Di bidang pendidikan dan teknologi, 20% APBN dialokasikan untuk pendidikan, dengan kenaikan gaji guru ASN dan transfer langsung tunjangan guru non-ASN. Pemerintah juga membangun sekolah unggul Garuda dan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi, serta membagikan 288 ribu layar pintar ke sekolah dan desa.

Presiden mengumumkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta mendirikan Danantara, lembaga pengelola investasi dengan aset lebih dari USD 1 triliun, untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah dimanfaatkan oleh 18 juta warga, serta peningkatan fasilitas di 66 rumah sakit kabupaten. Kawasan Ekonomi Khusus Sanur diharapkan menjadi pusat layanan medis internasional.

Dalam rangka memperkuat kedaulatan sumber daya, pemerintah menertibkan 3,1 juta hektar lahan sawit ilegal dan berencana menindak tambang ilegal. Pertahanan negara diperkuat melalui pembentukan komando dan satuan baru TNI sesuai doktrin Sishankamrata.

Selain itu, Presiden menegaskan aktifnya Indonesia di kancah internasional, termasuk bergabung dengan BRICS, menyelesaikan perundingan dagang strategis, dan memperjuangkan pengakuan negara Palestina.

Pidato diakhiri dengan ajakan persatuan seluruh elemen bangsa untuk menghapus kemiskinan ekstrem, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjadikan Indonesia kekuatan ekonomi serta moral dunia. “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” seru Presiden Prabowo.

Acara ini berlangsung penuh khidmat dan menjadi momen penting dalam memperingati hari bersejarah kemerdekaan Indonesia, sekaligus sebagai momentum evaluasi dan langkah strategis ke depan.(RommyKaunang/*)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting