Momen HPN, BPPD-Dispar dan JTH 'Kupas' Soal Tomohon Kota Wisata Dunia


Tomohon, MS
Ngobrol santai dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Tomohon dan Jurnalis Tomohon Hebat (JTH) dengan mengusung Tema Tomohon Kota Pariwisata Dunia Point Of No Return, yang diawali dengan mengenang Spego Goni SP wartawan senior dari Tomohon.

Ketua BPPD Kota Tomohon Lusie Goni mengatakan, masih perlu banyak disosialisasikan ke masyarakat tentang kehadiran BPPD. Kehadiran BPPD tidak lepas dari Dinas Pariwisata. 

"Kita saat ini sedang survei mana yang dipromosikan Dispar dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat kota Tomohon. Kita juga saat ini mengakui ada sarana dan prasarana seperti hotel yang kurang di Tomohon. Ini juga penting bila mana ada kegiatan Tomohon Flower Festival maka turis akan lebih lama tinggal di Tomohon, sebagai jalan keluar kita akan membuat kampung wisata," ujar Putri Almarhum Wartawan Senior Spego ini.

Lebih lanjut dikatakannya, kedepan apa yang dibahas dalam acara Ngobrol Santai ini akan diambil referensi dalam rangka penyusunan program tahun 2023, serta ada program kerja tersendiri yang ditargetkan.


Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Tomohon Yudhistira Siwu mengatakan dalam pengembangan Pariwisata di Tomohon, konsistensi dari Pemerintah, Swasta, Akademisi, Media dipandang penting guna dapat mengelola seluruh potensi pariwisata yang ada. 

"Peran keempat pilar Pemerintah, Swasta, Akademisi dan Media ini memang masih sangat berpengaruh dalam peningkatan pariwisata di Kota Tomohon. Dengan kehadiran Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Tomohon diharapkan mampu mengatur dan menjalankan fungsi promosi wisata dengan baik. Ini adalah sebuah terobosan bagi Dinas Pariwisata dengan mensinergikan program unggulan Pemerintah Kota Tomohon saat ini," ujar Siwu dalam acara Ngobrol Santai yang dilaksanakan di Waroeng Bakar-bakar Kakaskasen Tomohon Utara.

Lebih lanjut dikatakannya, kedepannya untuk mendukung Pilar tersebut ada kesiapan-kesiapan Dinas Pariwisata dalam menyusun strategi guna peningkatan kepariwisataan secara menyeluruh diantaranya mempersiapkan Destinasi, Kelembagaan, Industri dan Pemasaran.

"Jika keempat unsur ini terkelola dengan baik maka pariwisata dari semua sektor yang ada, dipastikan berjalan baik," ujarnya sembari mengatakan jika Tomohon butuh investor dalam rangka persiapan sarana dan prasarana yang ada, selain itu juga dalam pengembangan pariwisata se Indonesia yang paling banyak diminati turis adalah 70 persen budaya, 20 persen Alam dan 10 persen lainnya. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana stakeholder dapat melihat peluang bisnis itu.

Charlie Liem, Ketua Perhimpunan dan Restoran Indonesia Kota Tomohon yang juga hadir dalam diskusi ini, turut mengatakan jika Tomohon banyak destinasinya tetapi entertainment-nya kurang, hal ini pasti mempengaruhi jumlah hari Turis beristirahat di Tomohon.

"Tomohon kurang entertain, belum lagi ijin entertainment lainya terlalu lambat dan agak susah, ini catatan bagi pemerintah dalam hal pengurusan ijin yang ada," tutur salah satu pemilik cottage di wilayah Tomohon Utara itu. 


Sementara itu Ketua JTH Judie Turambi mengatakan agar kiranya kegiatan tersebut tetap terpelihara agar rekomendasi tentang wisata di Tomohon dapat dikawal dan terwujud.

"Ini penting, agar apa yang kita harapkan untuk wisata Tomohon menuju lebih baik, JTH akan mengawal semua ide dan gagasan termasuk kegiatan Pariwisata di Tomohon, dan kiranya semuanya itu dapat dikongkritkan oleh pemerintah dan pelaku usaha yang ada," pungkas Turambi. (RommyKaunang)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting