Diusung JTH, Difasilitasi Prokopim, 5 SKPD Presentasikan Program CSWL
Tomohon, MS
Peran organisasi wartawan lokal, Jurnalis Tomohon Hebat (JTH) dalam mengawasi kinerja Pemerintah Kota Tomohon saat ini, ternyata langsung ditindaklanjuti oleh Walikota Caroll Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut. Apa pasal? Melalui Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) langsung memfasilitasi terciptanya ruang khusus dialog antara JTH dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mempresentasikan program yang menunjang visi dan misi CSWL.
Buktinya, bertempat di lantai III Gedung Sekretariat Pemkot Tomohon, Prokopim menghadirkan 5 SKPD diantaranya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinask Komunikasi dan Informasi serta Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Menariknya, dari penyampaian kelima Narasumber masing masing SKPD yang tersampaikan, ternyata ada program yang harusnya disosialisasikan luas dan perlu ada tanggapan dari masyarakat, agar informasi yang tersaji berimbang.
Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Tomohon, Christo Kalumata menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah buah dari komitmen para wartawan untuk melaksanakan peliputan dan pemberitaan khusus untuk agenda Pemerintah Kota Tomohon.
"Ini sangat penting, karena apa yang menjadi program SKPD untuk disosialisasikan kepada masyarakat, itu dapat tersampaikan. Sekaligus dapat mengimbangi informasi-informasi sepihak yang bisa meresahkan masyarakat dalam hal program pak Walikota dan Wakil Walikota,” ujar ASN potensial itu.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk kedepannya pasti akan dilakukan penjadwalan agar lebih dimudahkan para SKPD dalam menyampaikan program program searah dengan visi misi CSWL.
Dari catatan penting yang diambil masing masing SKPD, tersampaikan jika PDAM Kota Tomohon lebih mengarah pada program inovatif. Diantaranya pembenahan system menajemen yang terkesan amburadul, dimana sebelumnya antara hak dan kewajiban sebagai pelayan publik, ternyata lebih banyak kepada pengaduan konsumen yang persoalannya terlampau lama penyelesaiannya.
Selain itu juga perlu ada peningkatan kapasitas kerja yang memadai mulai dari maintenance-nya sampai pada komitmen PDAM dalam mengedepankan pelayanan.
"Kesulitan mendapatkan air bersih di Kota Tomohon adalah masalah klasik. Namun sebagai bagian dari pemerintah , maka kita berupaya untuk dapat memberikan pelayanan air bersih dengan baik kepada masyarakat Tomohon. Kita terus berupaya untuk mendapatkan jalan keluar agar tidak ada lagi keluhan berkepanjangan soal kesulitan air bersih. Sebab Kota Tomohon memiliki sumber air yang dapat diandalkan,” ujar Direktur PDAM Boy Ngenget.
Sementara itu soal program Dinas Pariwisata tahun 2023 ini, menurut Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Juffry Rorong mengatakan jika saat ini selain terkosentrasi pada persiapan Tomohon Internasional Flower Festifal (TIFF), kecenderungan untuk menjadikan kampung wisata di beberapa kelurahan di Kota Tomohon, ternyata sangat penting.
"Yah memang tidak terlepas dari kesuksesan menghadapi TIFF tahun 2023 ini, khususnya ketersediaan penginapan bagi para turis yang datang di Kota Tomohon, tidak dipungkiri masih sangat kurang. Artinya perlu ada home stay yang representatif di Kota Tomohon. Dan saat ini Dinas Pariwisata sedang mengembangkan Desa Wisata. Dimana ini akan dikhususkan pengembangan home stay secara kearifan lokal dan sudah pastinya hal ini akan mengkatrol Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini dibebankan sebesar 2,5 M,” jelas Rorong sembari mengatakan jika Kampung Wisata tersebut pastinya memiliki daya tarik tersendiri berupa sajian pemandangan dan akses jalan yang baik.
Masih berbicara tentang kesiapan kesuksesan TIFF, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon DR. Karel Lala saat ditanya soal program jangka pendek yang tengah disiapkan adalah ketika Distanakan harus memberi sebuah jaminan tentang ketersediaan bunga dalam mengsukseskan pelaksanaan TIFF tahun 2023 ini.
"Yah kita bersyukur bahwa ternyata petani bunga Kota Tomohon, mampu memproduksi ratusan ribu bunga siap pakai pada pelaksanaan TIFF tahun ini. Bahkan lewat binaan dan sosialisasi bagi para petani bunga yang ada tersebar di 27 kelompok tani aktif ini, kemampuan kelompok tani bukan hanya dapat menyediakan keperluan Bunga untuk TIFF tapi untuk dipakai setiap harinya, terhadap para pelanggan bunga tetap lainnya,” ujar Lala.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Tomohon Royke Roeroe dalam program menunjang CSWL lebih mentikberatkan pada kemampuan informasi yang akurat , kredible dan Keterbukaan informasi publik.
"Kita pastikan bahwa setiap informasi yang tersampaikan itu benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Khusus untuk kerjasama dengan media, akan ada satu masa dimana Media harus berkualifikasi dan tersertifikasi. Contoh untuk penerapan e catalogue yang nota benenya untuk pengadaan barang dan jasa harus melewati beberapa kriteria. Meskipun saat ini Kominfo masih memberikan relaksasi agar para perusahaan media yang akan menjadi partner akan lebih mudah memberikan informasi dalam mensosialisasikan program CSWL secara berimbang dan tidak tendensius," jelas Roeroe.
Sementara itu Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana hany amenyentil soal stunting.
"Yah karena isu stunting sangat menggema saat ini, makanya kita dengan dinas terkait juga berupaya agar angka stunting di Kota Tomohon makin lama makin sedikit. Yang kita lakukan adalah mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat memperhatikan pola makan untuk hidup sehat," ujar Sekretaris Dinas F Rumondor.
Diujung acara Konfrensi Pers pada sub kegiatan Fasilitasi Komunikasi Pimpinan, disepakati juga bahwa nantinya akan diangkat atau diblow up ke media adalah isu-isu terbaru yang dihadapi pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak dibohongi dengan pemberitaan sepihak.
"Semoga pelaksanan seperti ini akan menambah kepercayaan masyarakat tentang program CSWL yang bermasyarakat,”" kunci Kabag Prokopim Christo Kalumata didampingi Kabid Yuno Mandagi. (rommykaunang)








































Komentar