BBPOM Gelar KIE Obat dan Makanan di Amurang

Dihadiri Anggota DPR-RI Verna Inkiriwang


Amurang, MS

 

Bahaya makanan dan obat-obatan tak terdaftar terus mengancam. Tidak sedikit warga yang jadi korban karena mengonsumsi makanan, minuman dan obat-obatan berbahaya. Tingginya peredaran makanan dan obat-obatan yang mengandung bahan beracun, membuat Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) turun lapangan.

Di Kabupaten Minahasa Selatan, BBPOM Manado menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Indfirmasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan. Kegiatan itu digelar di salah satu restoran di Kelurahan Pondang, Amurang, Jumat (21/9)

Menurut kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Konsumen, Maria Patabang, masyarakat harus waspada dengan peredaran bahan makanan dan obat-obatan. “Kalau mau mengonsumsi obat, dilihat dulu, apakah obat itu terdaftar atau tidak. Kalau tidak terdaftar di BBPOM maupun Kementerian, lebih baik jangan dikonsumsi,” kata Patabang.

Sementara itu, Anggota dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Verna Inkiriwang dalam penjelasannya mengatakan, beberapa bahan makanan yang beredar, harus dihindari. “Ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Jadi, harus diperiksa dulu sebelum membeli, apalagi dikonsumsi,” katanya.

Penemuan makanan berformalin dan mengandung boraks, kata Inkiriwang, adalah bukti bahwa masih ada makanan tidak layak yang beredas di tengah masyarakat. “BBPOM secara rutin telah melaksanakan operasi untuk memberantas makanan mengandung formalin dan boraks. Tapi, akan lebih baik lagi kalau kita juga waspada terhadap makanan mengandung racun itu,” pungkasnya.

Ikut hadir dalam kegiatan itu, ratusan warga Amurang, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kelompok milenial.(rul mantik)


Komentar