Kepsek Desak Copot Manajer BOS Dikda Sulut

Dana Triwulan IV Belum Kunjung Cair


Manado, MS

Proses belajar mengajar di seluruh tingkatan sekolah di Sulawesi Utara (Sulut), kembali terusik. Itu menyusul tak kunjung cairnya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan IV Tahun 2018.

Mayoritas Kepala  Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sederajat di Bumi Nyiur Melambai, menjerit. Beragam kebutuhan dan operasional pendidikan yang bersumber dari dan BOS, terpaksa belum bisa diadakan. Termasuk anggaran untuk membayar guru honorer.

Nada sumbang bersahut-sahutan. Bola panas menyasar, Manajer BOS Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Tedi Rondonuwu. Sosok yang dipercayakan pemerintah provinsi untuk mengurus dana Bos di Sulut dianggap lamban serta kurang memperhatikan nasib siswa dan guru-guru di Sulut.

Untuk itu, para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu mendesak, para pemangku kebijakan, mulai dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Wakil Gubernur, Steven Kandouw dan Kepala Dinas (Kadis) Dikda Sulut dr Grace Punuh MKes untuk mengevaluasi kinerja Rondonuwu.

“Jujur, molornya pencairan Dana BOS Triwulan IV, sangat menganggu aktivitas pendidikan di sekolah. Karena banyak biaya operasional sekolah yang bersumber dari Dana BOS. Termasuk gaji guru honorer,” beber seorang Kepala SMA di Kota Manado yang meminta namanya tidak dikorankan, Rabu (5/12) kemarin.

“Sampai-sampai kami harus meminjam dana kepada pihak ketiga untuk memenuhi operasional pendidikan. Padahal itu tergolong rawan, karena ada bunga pinjaman dari pihak ketiga tersebut. Tapi mau diambil dimana? Sementara untuk biaya operasional pendidikan sehari-hari itu tak sedikit. Kalau tidak diadakan, itu bisa menganggu proses belajar mengajar,” sambungnya dengan nada kesal.

Ia pun berharap, aspirasi itu bisa didengar oleh pimpinan. “Kami harap persoalan ini bisa didengar dan ditindak-lanjuti sesegera mungkin oleh para pemangku kebijakan. Karena itu sudah menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi ini sudah bulan desember. Sudah mau habis tahun, tapi Dana BOS triwulan IV  belum cair-cair,” pintanya.

“Manager BOS Dikda juga harus dievaluasi. Kalau perlu diganti saja. Karena kelihatannya kurang peduli terhadap dunia pendidikan dan nasib guru di Sulut,” timpalnya.

Senada dilontarkan seorang Kepala SMA dari Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Ia mengaku sangat kecewa dengan sering terlambatnya penyaluran dana BOS tersebut. “Ini kan sudah terjadi berulang-ulang. Setiap kali dikonfirmasi, selalu dibilang akan segera cair. Tapi realitanya nol besar,” semburnya.

“Kelihatannya Manager Dana Bos, tidak peka dan memahami akan kebutuhan operasional pendidikan. Kalau memang tidak mampu, kami minta dengan hormat untuk meletakkan jabatan dan berikan kepada yang lebih kompeten serta peduli terhadap nasib siswa dan guru-guru di Sulut,” tutupnya dengan nada cukup tinggi.

Manajer BOS Dikda Sulut, Tedi Rondonuwu ketika dikonfirmasi, baru-baru ini, memastikan dana BOS triwulan IV akan cair dalam waktu dekat ini. Ia menargetkan anggaran itu akan masuk pekan ini di rekening sekolah masing-masing. “Kami menargetkan minggu ini semua sekolah mulai SD, SMP, SMA, SMK negeri maupun swasta sudah menerima dana BOS triwulan IV,” jelasnya.

Dijelaskan Rondonuwu, proses penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) sudah selesai, Selasa (4/12) dan satu hari sesudahnya, semua sudah ada Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). “Selanjutnya Jumat 7 Desember 2018 sudah ditransfer ke sekolah sekolah,” katanya. “Total Anggaran dana BOS untuk triwulan IV mencapai Rp90 miliar lebih,” pungkas Rondonuwu. (sonny dinar)


Komentar