Foto: Kepala LPKA Tomohon, Indra Sukma, S.H., M.M
Penguatan Pembinaan Anak Berhadapan Hukum di LPKA Tomohon, Jumlah Warga Binaan Stabil
Tomohon, MS
Dalam dua tahun terakhir, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon terus menjalankan tugasnya dalam melakukan pembinaan, pendidikan, dan pendampingan sosial terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di wilayah Sulawesi Utara. Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah warga binaan di lembaga tersebut stabil, dengan total 63 orang pada akhir tahun 2024 dan selama tahun 2025. Pada tahun 2026, jumlah warga binaan sedikit menurun menjadi 61 orang, menunjukkan tren stabil dan pengelolaan yang baik di lembaga tersebut.
Kepala LPKA Tomohon, Indra Sukma, S.H., M.M., menyatakan bahwa mayoritas warga binaan berasal dari daerah Bitung dan Minahasa. Ia menambahkan bahwa kasus kriminal yang melibatkan warga binaan tersebut beragam, namun seluruh proses pembinaan tetap berorientasi pada perubahan perilaku dan pemberdayaan anak agar dapat kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik. Indra Sukma menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembinaan di lembaga tersebut dilakukan sesuai dengan perintah pimpinan dan berorientasi pada hasil nyata dalam membentuk karakter anak.
LPKA Tomohon menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Satuan Pendidikan Non Formal (PNF) dan yayasan mitra seperti Pieter and Poul. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan formal kepada warga binaan, termasuk pelaksanaan ujian dan pemberian ijazah yang setara dengan jenjang pendidikan umum. Indra Sukma menambahkan, bahwa selama ini pihaknya berkomitmen memastikan bahwa proses belajar mengajar tidak hanya administratif, tetapi juga benar-benar berdampak positif pada perubahan perilaku dan masa depan anak-anak tersebut.
Kebijakan pembinaan yang dilakukan di lembaga tersebut juga melibatkan pengawasan yang ketat dari Kasie Pembinaan, yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan program berjalan efektif. Indra Sukma menegaskan bahwa semua upaya ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk kembali ke masyarakat dengan perubahan positif. Ia menyampaikan bahwa hasil dari program ini selama ini cukup positif, dan terus akan ditingkatkan demi keberhasilan pembinaan anak-anak berhadapan dengan hukum.
Dengan kondisi yang stabil dan komitmen yang kuat, LPKA Tomohon berharap dapat terus meningkatkan layanan pembinaan dan pendidikan bagi warga binaan, serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan peluang terbaik untuk memperbaiki masa depan mereka. Hal ini sejalan dengan visi lembaga untuk menjadi pusat pembinaan yang mampu menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia di Sulawesi Utara.(RommyKaunang)













































Komentar