Keselamatan Pasien Prioritas Pembangunan RSUD Ratumbuysang


Manado, MS

Polemik pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratumbuysang terus dikritisi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) diharapkan mempertimbangkan kembali pemindahan pasien gangguan jiwa di lokasi yang sedang dibangun saat ini. Masalah keselamatan jadi penyebab.

Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut Tahun 2018, Ferdinand Mewengkang menyampaikan, pihaknya sudah meminta agar pembangunannya dikaji dan ditinjau kembali. Menurutnya, gambar model pembangunan yang ditunjukkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut kepada Pansus adalah yang telah ditetapkan konsultan. Hanya saja sedikit berbeda dengan kondisi di lapangan. “Namun ketika pansus pak Teddy (Teddy Kumaat) dan Eddyson (Eddyson Masengi) mengadakan kunjungan mereka melihat ada sedikit berbeda (dari gambar, red) yang di Kalasey. Itu IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang sudah selesai di depannya sudah jurang. Apakah akan ditimbun tanah lagi atau bagaimana,” pungkas Mewengkang, baru-baru ini, di kantor DPRD Sulut. 

Dalam pertimbangan pansus baginya, perlu mempertimbangkan keselamatan pasien sebagai hal yang penting untuk diperhatikan. Makanya justru pihaknya mengharapkan perlu dievaluasi lagi terkait pengerjaan ini. “Yang ini kan dirawat di sana gangguan jiwa. Kalau dari segi topografisnya tidak memungkinkan maka dikaji lagi. Jadi ini terkait dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan PU (Dinas Pekerjaan Umum) makanya mereka diundang juga dalam pembahasan,” tuturnya.

Selain itu menurutnya, pertimbangan anggaran yang akan dikeluarkan harus diperhatikan. Hal itu karena dana awal yang ditetapkan Rp40 miliar. Sementara, baru tahap kedua sudah mencapai Rp40 miliar lebih. “Dana untuk mengcuting pegunungan itu saja Rp20 milar. Anggaran jauh daripada yang diharapkan lokasinya kurang tepat bagi pasien,” kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar