PENTINGNYA INTERNET SEBAGAI MEDIA PENUNJANG SUMBER BELAJAR


Oleh: JENDRY JURICO PAENDONG

(Guru SMA Negeri 2 Tompaso, Wakil Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kab. Minahasa,

Sekretaris Aliansi Guru Indonesia Sulut Kab. Minahasa)

Indonesia adalah suatu Negara yang mengedepankan pendidikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana pendidikan menjadi salah satu skala prioritas yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, mengingat pentingnya pendidikan dalam pembangunan masyarakat Indonesia, sebagai amanat UUD 1945 sebagai konstitusi dan Pancasila sebagai ideologi Negara.

                Pada hakekatnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk membentuk manusia dewasa yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan oleh diri sendiri, masayarakat, bangsa dan Negara. Namun dalam menghadapi era globalisasi  yang semakin kompeks yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka setiap anak didik dirasa perlu mendapatkan sentuhan dan pembinaan dari guru-guru secara intensif dan terpadu. Pendidikan pada era globalisasi hendaklah dapat menciptakan pengalaman-pengalaman baru, baik yang ditata secara sistematis  yang merupakan pengalaman belajar yang diperoleh melalui jalur formal maupun jalur informal.

                Pada prinsipnya dalam mengukur kemampuan peserta didik, salah satu indikator yang harus diperhatikan adalah melalui hasil belajar yang dicapai siswa. Banyak factor yang mempengaruhi hasil belajar siswa secara informal misalnya factor lingkungan keluarga, dan pergaulan yang cendrung kurang baik, yang semuanya kurang mendukung kegiatan belajar dan potensi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri.

                Selain factor informal sebagaimana uraian diatas, ada factor formal yang tidak dapat diabaikan dalam menentukan keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar disekolah adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan oleh siswa untuk dirinya sendiri, sehingga inisiatif harus datang dari diri sendiri. Oleh karena itu guru perlu mendorong siswa untuk mengembangkan kreatifitas dan potensi dalam rangka membangun minta belajar siswa. Guru harus menjadi pembimbing dan pengarah yang baik bagi siswa sehingga apa yang diharapkan dapat dicapai. Namun harus diakui sekalipun guru sudah berupaya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya mengajar disekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang relevan, namun tetap saja masih dijumpai siswa yang minat belajarnya relative rendah.

                Pemerintah dalam upaya mengatasi persoalan pendidikan yang semakin kompleks, harus diakui ada begitu banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam menata dan memperbaiki pendidikan di Indonesia. Misalnya pengalokasian anggaran  20% APBN maupun APBD untuk pendidikan, Pemberian tunjangan sertifikasi bagu guru-guru, bahkan penataan terhadap kurikulum yang digunakan di sekolah sehingga keluarnya kurikulum 2013 yang sampai saat ini terus dilakukan revisi dan perbaikan.

                Kurikulum 2013 merupakan  akses menuju generasi emas 2045, sehingga diharapkan penerapan kurikulum 2013 mampu mengatasi persoalan pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 yang berlaku saat ini menerapkan pengajaran dengan pendekatan scientific Learning yaitu pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruktif konsep , hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi ayau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, dan mengumpulkan data.

                Perkembangan dan perbaikan kurikulum ternyata tidak sejalan dengan perkembangan peserta didik. Ini dikarenakan keterbatasan sumber belajar yang seharusnya menjadi tumpuan dalam mengimprovisasi dan mengembangkan kemampuan siswa dalam kegiatan belajar. Tuntutan Kurikulum 2013 mendorong siswa lebih kreatif dan inovatif dalam menerima proses pembelajaran termasuk gurunya, disamping siswa juga diharapkan mampu menguasai perkembangan zaman seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai inspirator dan fasilitator hanya mengarahkan kepada siswa agar memiliki kompetensi kemampuan untuk menganalisis. Oleh karena itu guru harus menguasai media pembelajaran agar siswa mengusai perkembangan zaman oleh karena sebagian besar siswa memiliki HP Android, tapi terkadang tidak dimanfaatkan seagai sumber belajar, padahal sekolah belum memiliki buku refrensi yang memadai karena hanya sebatas buku paket saja.

Oleh karena itu  penerapan kurikulum 2013, siswa dituntut mampu menguasai perkembangan teknologi. Jika demikian dipastikan kualitas mutu pendidik dapat menjawab perkembangan era globalisasi dalam mengahadapi abad 21.

                Internet menjadi sumber penunjang belajar yang paling baik dan mudah diperoleh oleh siswa dalam rangka mengembangkan diri. Internet dapat dijadikan perpustakaan elektronik karena banyak akses pendidikan bahkan refrensi buku dalam menunjang proses pembelajaran diperolah di Internet.

Sehingga tujuan penggunaan internet dapat diperoleh yang diantaranya :

-              Meningkatkan kreatifitas dan efektifitas  siswa dalam mengakses sumber belajar melalui media internet

-              Memperdalam pengetahuan guru

-              Meningkatkan hasil belajar siswa

Oleh karena pentingnya pemanfaatan internet dalam proses belajar dan mengajar, maka sekolah sekiranya dapat memberikan dispensasi bagi siswa dalam menggunakan HP Android sebagai media mengakses internet selama proses belajar dan mengajar dengan tetap intens bagi guru untuk melakukan pengawasan terhadap siswa selama menggunakan HP Android tersebut. (***)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting