Depri: Natal Harus Jadi Pembaharuan Iman


Pesan penuh makna membuncah dari benak Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Depri Pontoh. Suasana Natal diharapkannya dapat membawa pembaharuan iman. Khususnya sebagai wujud dari kebersamaan dalam bingkai kehidupan beragama.

 

Atas asa tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut terus memberikan dan mengajak kepada seluruh umat beragama agar memahami dan memaknai arti sesungguhnya persatuan. Baginya, substansi dan esensi yang paling utama dari Natal adalah perayaan solidaritas Tuhan. "Selain untuk mengaktualisasikan iman, dalam Perayaan Natal juga selalu menuntut partisipasi sebagai manifestsi atau wujud dari solidaritas kita sebagai warga masyarakat, supaya semua orang menjadi berkah,” kata Bupati Bolmut Depri Pontoh.

 

Selain itu, ia menyampaikan selamat merayakan Natal Tahun 2019 dan selamat menyongsong Tahun Baru 2020. Menurutnya, perayaan Natal tahun ini harus berjalan khikmat, tertib dan damai. Dengan demikian umat Kristiani di Kabupaten Bolmut dapat merayakan dengan tenang. Diharapkan suasana ini dapat terus dijaga. “Untuk menghadapi segala kehidupan bermasyarakat maka komitmen untuk menciptakan suasana kehidupan antar umat beragama yang rukun dan damai sangat dibutuhkan di tengah kemajemukan bangsa dengan keragaman agama, suku, etnis, daerah asal serta bahasa dan budaya lokal. Tidak ada cara untuk menyikapinya selain membangun kebersamaan, saling hormat menghormati serta saling menghargai perbedaan masing-masing,” tambah bupati.

 

Menurut bupati, jika perayaan Natal merupakan bentuk aktualisasi Iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama. Itu diwujudkan melalui berbagai tugas pelayanan dan pengabdian sesuai karunia dan talenta yang  dimiliki. Supaya di dalamnya dapat saling melengkapi, menciptakan keharmonisan, saling memaafkan, membina kerukunan dan kedamaian. “Untuk membangun kerukunan dan kedamaian di daerah. Dalam proses pembaruan seluruh dimensi kehidupan yang terus bergerak maju dengan berbagai problematika, dibutuhkan kebersamaan di antara umat beragama," jelasnya.

 

Menurutnya, apapun identitas dan agama, baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghuchu, semua memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk memajukan daerah dan Negara. "Selain itu pula Natal juga harus disikapi sebagai upaya motivasi pembaharuan iman, cinta kasih, kesederhanaan dan solidaritas sebagai cerminan kepatuhan. Semangat ini hendaknya dapat diabdikan bukan hanya untuk umat Kristiani saja, tetapi lebih jauh untuk seluruh umat beragama,” tambah papa Adit sapaan akrabnya. (Nanang Kasi)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting