Bupati Robby Dondokambey Irup Hari Lahir Pancasila di Minahasa


Tondano, MS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Senin (1/6/2026).


Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia, khususnya di Tanah Minahasa.


Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Sekretaris Daerah (Sekda) Lynda Watania, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolres, Dandim, Kajari, dan Ketua DPRD Minahasa. Hadir pula Ketua TP-PKK Minahasa, perwakilan BPJS Kesehatan Tondano, Pengurus DPD GAMKI Sulut, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Minahasa.


Pancasila sebagai Pemersatu dan Pondasi Dunia

Dalam amanatnya, Bupati Robby Dondokambey menyoroti pentingnya tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Kedamaian Dunia.

"Tema ini merupakan sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ujar Bupati Robby.


Bupati menambahkan bahwa di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Pancasila hadir sebagai bintang penuntun yang kokoh. Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan erat dalam ikatan kebangsaan.

"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," tegasnya di hadapan para peserta upacara.


Peran Aktif Indonesia di Kancah Internasional

Sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, Bupati mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Kontribusi nyata Indonesia, seperti pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, merupakan wujud nyata pengejawantahan dari Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.


"Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," kata Bupati.

Pesan untuk Generasi Muda dan Pembuat Kebijakan

Di akhir sambutannya, Bupati Robby Dondokambey mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda selaku penjaga masa depan, untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Ia berpesan agar Pancasila tidak sekadar menjadi hiasan dinding atau teks di buku sejarah.


Secara khusus, ia juga menitipkan pesan mendalam kepada para pembuat kebijakan dan kepala daerah.

"Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan," pungkasnya.

Menutup upacara, Bupati mengajak seluruh warga Minahasa untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan, merawat toleransi, serta melawan segala bentuk radikalisme demi menjaga keharmonisan NKRI. (Adv/Jackson)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting